Wakil Gubernur Sumatera Barat, mengapreasisi tekad Kementan melalui Direktorat Hortikultura, untuk menjadikan manggis sebagai komoditas unggulan tropis. Hal ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah sebagai penentu kebijakan ditingkat daerah.
Menurutnya, tekat Kementan tercermin pada telah ditetapkannya road map pengembangan tanaman manggis, yang disertai dengan kebijakan dengan menetapkan arah dan pola pengembangan tanaman manggis yang jelas, dan didukung dengan pembinaan sumber daya manusia, baik petani sebagai pelaku utama maupun aparat sebagai penunjang.
"Untuk Sumatera Barat, telah ditetapkan 8 daerah kabupaten/kota sebagai daerah kawasan manggis yang telah diperkuat dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 521.305.2013 tanggal 26 Maret 2013 tentang Penetapan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang," sebut Nasrul.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong ekspor komoditas pangan, khususnya manggis ke berbagai negara. Untuk suksesnya ekspor buah-buahan, beberapa kegiatan perlu diperhatikan dengan baik, seperti pengeringan, penyortiran dan pengolahan hasil, sehingga komoditas yang diekspor tidak rusak mutunya.
"Kebanyakan dari petani kita masih kurang mengetahui pentingnya kegiatan penanganan atau pengelolaan lepas panen. Untuk itu perlu peningkatan sumber daya manusia, baik petani maupun petugas dalam penanganan dan pengelolaan tanaman, agar diperoleh hasil dan produksi yang baik hingga pasca panen," tutur Nasrul.
Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, mengatakan, ekspor manggis ini menunjukkan Kabupaten Lima Puluh Kota turut andil memberikan tambahan devisa. Namun demikian, ekspor manggis pun merupakan bagian dari keberhasilan Kementan, yang sangat serius mendorong dan membina petani dan pelaku usaha, sehingga bisa tembus pasar Cina.
"Saya turut membaca berita keberhasilan Menteri Petanian, Andi Amran Sulaiman. Berhasil meningkatkan produksi dan banyak komoditas yang diekspor," ucapnya.
"Karena itu, kami minta binaan yang berkelanjutan dari Kementan agar komoditas pertanian, tidak hanya manggis, tetapi juga ada kopi agar dapat ekspor," pinta Irfendi.
Eksportir manggis yang diwakili Direktur Kerjasama Antar Lembaga PT. Bumi Alam Sumatera, Anggri Purnama Agung, Muhamad Bayu Vesky, mengungkapkan, Kementan sangat serius mendorong ekspor pangan khusus manggis. Hal ini terbukti dari pembinaan petani hingga pengurusan izin ekspor yang cepat, yakni 38 hari dengan 2 kali pengiriman ke Cina.
Baca Juga: Kementan - BI - Kepri Kerja Sama Tingkatkan Ekspor
"Hebatnya bapak menteri. Saya yakin, Menteri Pertanianya antikorupsi. Kami mengurus izin tidak ada biaya satu rupiah pun. Petugas karantina dan tim Ditjen Hortikultura yang mengawal, membuat tidak ada biaya yang kami keluarkan sedikit pun. Semuanya gratis," ungkap Bayu.
"Kami akan beli buah dari petani dengan standar yang tinggi. Kami siap menjadikan kebun manggis terbesar di dunia. Kami yakin kalau produksi manggis Sumatera Barat, 38 ribu ton per tahun, separuhnya layak," imbuhnya.
Selain Sumantera Barat, daerah sentra produksi manggis ada di Bali dan Jawa Barat. Kedua daerah tersebut telah rutin mengekspor manggis ke Cina dan berbagai negara.
Berita Terkait
-
Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Mentan: Stok beras Capai 5 Juta Ton pada April
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya