Suara.com - PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) hari ini (10/10/2018) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua perseroan tersebut menjadi emiten ke 43 dan 44 yang melantai di BEI tahun ini.
Untuk GOOD, jumlah saham yang dicatatkan mencapai 7,37 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 6,61 miliar saham, pelaksanaan obligasi konversi sebesar 727,84 juta saham, penawaran umum kepada masyarakat sebesar 32,20 juta saham dan program employee stock allocation (ESA) sebesar 2,8 juta saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga penawaran saham perdana Rp 1.284 per saham.
Bersamaan dengan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), perseroan akan menerbitkan saham baru kepada Pelican Company Ltd (Pelican) dalam rangka pelaksanaan konversi mandatory convertible bond yang diterbitkan berdasarkan perjanjian investasi pada 29 Maret 2018 sebesar 727,84 juta saham biasa.
Dengan ada konversi MCB Pelican bersamaan dengan terjualnya seluruh saham dalam IPO, persentase kepemilikan masyarakat dan Pelican akan menjadi sebesar 10,34 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan usai IPO dan pelaksanaan konversi MCB Pelican.
Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pengembangan usaha. Sebelumnya penawaran saham perdana perseroan dilakukan pada 2-4 Oktober 2018, penjatahan pada 8 Oktober 2018, dan pencatatkan 10 Oktober 2018. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Untuk DUCK, perseroan mencatatkan saham 1,28 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 770 juta saham, penawaran umum saham 513,33 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Harga penawaran saham perdana yang ditetapkan Rp 505 per saham. Perseroan meraup dana Rp 259,23 miliar dari hasil IPO. Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pembukaan gerai baru, renovasi gerai yang sudah ada. Selain itu, sisanya untuk modal kerja dan meningkatkan kapabilitas operasional. Perseroan telah memiliki 29 gerai yang dimiliki.
Dalam rangka IPO tersebut perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Dalam IPO ini, perseroan juga alokasikan 0,006 persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebesar 30 ribu saham.
Tak hanya itu, perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO sebanyak-banyaknya 128,33 juta saham.
"Setelah menjadi perusahaan publik, kami harap perusahaan bisa meningkatkan performanya. Dua emiten itu contoh perusahaan yang memanfaatkan posisi mereka sebagai perusahaan publik untuk menjaring dana," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Terpantau, pergerakan saham dua emiten tersebut langsung merangkak naik. Tercatat saham pengelola restoran The Duck King naik menjadi Rp 755 dari harga penawaran Rp 505 atau naik 49,5 persen. Dalam pergerakan tersebut, saham DUCK ditransaksikan dengan volume 3.420 lembar saham dan frekuensi sebanyak 11 kali.
Sementara, perdagangan saham GOOD juga langsung naik 49,81 persen dari harga penawaran Rp 1.285 per lembar saham menjadi Rp 1.925 per lembar saham. Dalam perdagangan itu, saham perusahaan makanan dan minuman ringan ini ditransaksikan dengan volume 1.904 lembar saham dan frekuensi sebanyak 21 kali.
Untuk diketahui, Jaya Indo Bersama merupakan perusahan pengelola restoran dengan merek seperti The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl. Sedangkan, Garudafood merupakan perusahaan produsen makanan dan minuman ringan seperti Gery, Chocolatos, Leo, dan Clevo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April