Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat merilis laporan terbaru perubahan iklim yang berisi peringatan akan potensi besar pengaruh perubahan iklim terhadap perekonomian negara tersebut.
AS bisa kehilangan ratusan triliun dolar dan dalam skenario terburuk, 10 persen PDB-nya pada akhir abad 21.
Dilansir melalui CNN Internasional, laporan itu mengatakan perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin besar terhadap kesehatan dan keselamatan manusia, kualitas hidup, dan laju pertumbuhan ekonomi.
Pertanian AS diperkirakan akan menghadapi masa-masa yang sangat sulit. Kualitas dan kuantitas hasil panen mereka akan menurun karena suhu yang lebih tinggi, kekeringan dan juga banjir.
Di bagian Midwest, peternakan hanya akan mampu memproduksi kurang dari 75 persen dari jagung yang mereka hasilkan hari ini, dan bagian selatan dari wilayah itu bisa kehilangan lebih dari 25 persen dari hasil kedelai.
Laporan tersebut dibuat berdasarkan riset yang dilakukan oleh 300 ilmuwan dari 13 negara bagian yang tergabung dalam Program Perubahan Global Amerika Serikat.
Rilis laporan ini adalah yang kedua, laporan pertama dirilis pada November 2017 dengan hasil yang sama, yakni bahwa perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo