- IHSG menguat signifikan 2,52% namun dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai Rp760 miliar.
- Pada Rabu (4/2/2026), IHSG diprediksi bergerak mendatar dengan level support 7.900 dan resistance 8.300.
- Bursa Asia menguat, namun bursa Amerika Serikat melemah didorong rotasi aset dari sektor teknologi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sebelumnya dengan penguatan signifikan sebesar 2,52%.
Meski demikian, kenaikan ini dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai angka Rp760 miliar.
Sejumlah saham perbankan dan big caps menjadi target utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri, di antaranya BMRI, BBCA, ANTM, BBRI, dan TLKM.
Untuk perdagangan hari ini, Rabu (4/2/2026), pasar diperkirakan akan memasuki fase jenuh atau bergerak mendatar.
Meski demikian, sentimen pergerakan BEI dan kepolisian yang mulai tegas terhadap saham gorengan dan 'bandar' diperkirakan akan sedikit berdampak pada IHSG.
Untuk diketahui, pada Selasa (3/2/2026) kemarin, Bareskrim memeriksa Shinhan Sekuritas berkaitan dengan IPO saham PIPA yang diduga melanggar regulasi.
Saat ini tiga tersangka sudah ditetapkan, termasuk eks pejabat BEI.
Proyeksi IHSG
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG memiliki kecenderungan untuk bergerak sideways sepanjang hari ini. Fokus investor diperkirakan akan tertuju pada area pertahanan dan hambatan berikut:
Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?
Support IHSG: 7.900 – 8.000
Resistance IHSG: 8.175 – 8.300
Di tengah potensi konsolidasi ini, beberapa saham komoditas dan metal menarik untuk diperhatikan sebagai trading idea, antara lain MBMA, NCKL, CDIA, ARCI, BRMS, dan BUMI.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas melalui Head of Technical Analyst Department, Hadiyansyah, memberikan rekomendasi pada saham BBNI, INCO, dan TLKM.
Bursa Asia Kompak Menghijau
Berbeda dengan gejolak pekan lalu, bursa saham di kawasan Asia mencatatkan pemulihan serentak pada perdagangan Selasa (3/2). Pasar mulai menunjukkan stabilitas setelah fluktuasi harga komoditas emas dan perak mereda.
Berita Terkait
-
Skandal Saham PIPA, Ini Profil dan Para Pemegang Sahamnya
-
Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Industri Kecam Penyalahgunaan Narkoba di Vape
-
Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Cara SIG Dongkrak Kualitas SDM Kontruksi RI
-
Skandal Saham PIPA, Ini Profil dan Para Pemegang Sahamnya
-
Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh