Suara.com - Satu Juta Rumah merupakan salah satu program strategis nasional Kabinet Kerja, yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Melalui Program Satu Juta Rumah ini, pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, ingin mewujudkan rumah yang layak huni bagi seluruh warga negara Indonesia.
Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada 29 April 2015, di Kabupaten Ungaran, Provinsi Jawa Tengah, Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus meningkatkan perekonomian Indonesia.
Selain capaian pembangunan rumah yang terus meningkat, program ini secara tidak langsung juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan membawa investasi bagi daerah.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid, mengungkapkan, melalui pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ini, pemerintah ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa pemerintah benar-benar fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat.
"Program Satu Juta Rumah merupakan gerakan bersama di dalam sektor pembangunan perumahan bagi masyarakat, di mana pemerintah menggandeng seluruh pemangku kepentingan di bidang perumahan untuk fokus pada pembangunan rumah bagi masyarakat," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Program Satu Juta Rumah, imbuh Khalawi, tak berarti pemerintah membagi-bagikan rumah secara gratis kepada masyarakat, tapi pemerintah ingin agar seluruh masyarakat bisa menempati, bahkan memiliki rumah yang layak huni. Para pemangku kepentingan di sektor perumahan, baik pengembang perumahan yang tergabung dalam berbagai asosiasi pengembang, perbankan, sektor swasta melalui corporate social responsibility, serta masyarakat dan pemerintah daerah pun diminta proaktif dalam pembangunan rumah.
Target pembangunan rumah pun diatur oleh pemerintah, agar tetap seimbang antara pembangunan rumah subsidi dan rumah non subsidi untuk masyarakat. Rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), atau ditargetkan sekitar 70 persen dari target satu juta unit setiap tahun. Jumlah ini mencapai sekitar 700 ribu unit.
Sedangkan rumah nonsubsidi atau rumah komersial diperuntukkan bagi non-MBR dan ditargetkan sekitar 30 persen dari target pembangunan, yakni 300 ribu unit.
"Jika ditotal, kami mentargetkan pembangunan rumah sebanyak satu juta unit setiap tahunnya. Kami optimistis, tahun ini bisa tembus satu juta rumah," terangnya.
Baca Juga: PUPR Serahterimakan Aset Rumah Senilai Rp 266 M pada Pemda
Lalu bagaimana capaian Program Satu Juta Rumah hingga awal Desember 2018?
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, yang diberi tanggung jawab terhadap pelaksanaan program tersebut, disebut capaian Program Satu Juta Rumah per 3 Desember 2018 sudah melebihi target, yakni 1.076.856 unit.
Adapun dari target pembangunan rumah untuk MBR sudah mencapai angka 729.876 unit. Capaian tersebut berasal dari berbagai instansi, antara lain hasil pembangunan dari KemenPUPR, yakni rumah susun sewa (Rusunawa) 12.208 unit, rumah khusus 1.189 unit, rumah swadaya 147.902 unit.
Total pembangunan rumah yang sudah dibangun oleh KemenPUPR berjumlah 161.299 unit.
Pemerintah daerah pun ikut andil dalam Program Satu Juta Rumah ini. Pemda juga membangun rumah untuk masyarakat sekitar 111,821 unit, yang terdiri dari pembangunan Rusunawa dan program bedah rumah untuk masyarakat.
Selain itu, pengembang juga sudah membangun 447.364 unit, CSR dari sektor swasta 458 unit, dan masyarakat secara swadaya juga membangun rumah 8.934 unit.
Untuk pembangunan rumah untuk non-MBR, sudah mencapai 346.980 unit. Pembangunan rumah untuk rumah non-MBR berasal dari para pengembang 290.656 unit dan masyarakat 56.324 unit.
Berita Terkait
-
1.217.794 unit Program Sejuta Rumah Terbangun Tahun Lalu, Hunian Murah Laris Manis
-
Ayo Ikutan Kompetisi Video Storytelling Hari Jalan 2023, Hadiah Total Sampai Rp30 Juta!
-
Renovasi Venue Tuntas 100 Persen, Indonesia Siap Gelar Piala Dunia U-17 2023
-
Belajar Sejarah Perkotaan Indonesia, Masyarakat Diundang dalam Pameran Suatu Hati yang Baik 2045
-
Pemprov Lampung Tak Becus Urusi Jalan Rusak, Jokowi Minta KemenPUPR Turun Tangan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA
-
Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026
-
Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
-
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
-
BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!
-
Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah
-
Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI