Suara.com - Koperasi Pembangunan Usaha Sumbar (Kopus), salah satu mitra sukses Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berhasil mencatatkan aset hingga menembus angka Rp40 miliar. Nilai ini jauh melampaui aset awal koperasi yang hanya Rp40 juta di awal masa pembentukan.
Berdiri pada 1986, kinerja koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam ini terbilang sukses. Pasalnya rata-rata per bulan penyaluran kredit ke anggota sebesar Rp12 miliar, dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp2,36 miliar per tahun.
"Pangsa pasar utama kita adalah pelaku industri rumah tangga yang tengah menanjak, seiring dengan semakin meningkatnya ekonomi Sumbar,” ujar Manajer Kopus, Zulfitri, Selasa (14/8/2018).
Menurut Zulfitri, perkembangan pesat koperasi yang berlokasi di Kota Padang, Sumatera Barat ini tak lepas dari dana bergulir yang diperoleh dari LPDB-KUMKM senilai Rp1.088.200.000.
“Dana tersebut kami gunakan untuk membantu dan menambah permodalan usaha bagi anggota Kopus. Insya Allah, pada Juni 2019 akan lunas dan kita berencana akan mengajukan lagi sebesar Rp2 miliar,” katanya.
Rata-rata pedagang di Kota Padang, ungkap Zulfitri, lebih memilih Kopus dibandingkan perbankan dalam urusan menambah modal usaha.
"Karena proses di Kopus jauh lebih cepat, hanya dalam hitungan jam saja. Bila semua syarat sudah dipenuhi, maka dana pinjaman segera cair. Kita tahu bahwa para pebisnis itu maunya serba cepat, terutama urusan permodalan,” tukasnya.
Zulfitri menyatakan, jangka waktu pinjaman yang diberikan Kopus maksimal paling lama 10 bulan. Bahkan banyak juga para pedagang yang ambil pinjaman dari Kopus hanya satu bulan saja. Agunannya pun cukup buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) saja.
Pastinya, kata Zulfitri, Kopus ke depan akan tetap fokus pada permodalan usaha para anggota yang mayoritas merupakan para pedagang di Kota Padang.
Baca Juga: KSP Sejahtera Mandiri: Kehadiran LPDB Masih Dibutuhkan
"Kita menjadi semacam solusi bagi pedagang dalam hal permodalan, ketimbang harus terjerat kelompok rentenir yang juga marak di Kota Padang,” ujarnya.
Yang tak kalah menarik, Kopus tidak pernah memiliki satu unit khusus untuk juru tagih.
"Kita tidak memiliki dan menyiapkan SDM untuk menagih utang anggota. Kita bermodal saling percaya, karena sudah tahu performa masing-masing anggota. Kita selalu membina dan menjalin hubungan secara tatap muka langsung, sehingga bisa saling mengenal dan saling memahami arti hak dan kewajiban. Resminya kita selalu bertemu dalam rapat anggota tahunan yang rutin digelar setiap tahunnya,” jelas Zulfitri.
Saat disinggung mengenai kinerja LPDB-KUMKM, Zulfitri mengapresiasi sistem pelayanan yang diberikan selama ini oleh Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi dan UKM tersebut. Menurutnya, seluruh koperasi di Indonesia sangat membutuhkan kehadiran lembaga ini sebagai solusi pembiayaan.
Harapan ke depan, proses pengajuan pinjaman/pembiayaan bagi koperasi dapat dipermudah.
“Harapan saya, proses dipersingkat dan plafon kredit diperbanyak, apalagi track record Kopus kan sudah terbukti baik,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
PNM Hadirkan Cici Rosa, Bazar Ramadan Buka Akses Pasar Bagi Ribuan Nasabah
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian Dana Bergulir di Provinsi Bali
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?