Suara.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menuturkan, pemerintah terus berkomitmen untuk menjalankan pertumbuhan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals atau SDGs. Bahkan, hal itu sudah dilakukan pada era Presiden Soeharto.
Menurut JK, beberapa tujuan pertumbuhan berkelanjutan telah dicapai oleh pemerintah. Salah satunya, yakni mengatasi masalah kelaparan.
"Yang dicapai dengan baik yakni pendidikan dan kelaparan. Kelaparan kan enggak ada yang meninggal akhir-akhir ini," ujar JK saat menghadiri SDGs Annual Conference 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (17/12/2018).
Sementara untuk pendidikan, SDGsnya tercapai karena pemerintah telah mengganggarkan anggaran yang tinggi dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN). Pada 2018, Pemerintah mematok anggaran pendidikan sebesar Rp 444,1 triliun.
Dengan anggaran yang tinggi tersebut, pemerintah bisa meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memberikan bantuan sekolah bagi anak dari golongan masyarakat yang tidak mampu.
Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya ini menambahkan, tujuan pembangunan berkelanjutan ini bisa tercapai, jika semua lini masyarakat bersama-sama menjalankan semua program yang telah dicanangkan.
"Dibutuhkan koordinasi bukan hanya departemen, antar negara. Dan ini bukan hanya tugas pemerintah, masyarakat juga harus mendorong," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari