Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan bahwa untuk menjadi pemimpin harus bekerja keras dan harus memberi contoh kepada anak buahnya. Jonan bercerita saat dirinya berumur 20 tahunan, ia bekerja dengan sungguh-sungguh dan sangat keras, dengan cara bekerja lebih lama dibandingkan dengan yang lain.
Karena menurut Jonan, dirinya dan orang lain memiliki kompetensi yang sama, sehingga diperlukan usaha ekstra agar bisa lebih dari yang lain.
"Dalam pemikiran saya itu kalau orang lain bekerja misalnya 5 jam sehari dengan sungguh sungguh, maka saya sedikitnya harus kerja 6 atau 7 jam dengan sungguh-sungguh. Karena saya selalu berasumsi, orang lain memiliki kapasitas atau memiliki kemampuan yang sama dengan saya, jadi saya kerjanya harus sungguh-sungguh," kata Jonan dalam rilisnya, Minggu (20/1/2019).
Lebih lanjut, Jonan mengatakan untuk menjadi seorang pemimpin harus bisa memberikan contoh. "Saya belajar kalau memimpin itu ilmunya cuma 1, kalau yang lain tidak punya mungkin bisa ditambah, kalau satu ini tidak punya mungkin susah. Jadi memimpin itu adalah memberikan contoh," tutur Jonan.
Dengan memberikan contoh, menurut Jonan, anak buah akan mengerjakan apa yang dilakukan oleh pemimpinnya. Sebagai pimpinan di Kementerian, Jonan menyadari bahwa sekitar 30 persen anak buahnya berusia di bawah 30 tahun, atau dapat dikatakan generasi milenial, sehingga harus ditunjukkan role model kepada generasi milenial dengan memberikan contoh.
"Kemarin malam saya baru pulang dari pos pengamatan Gunung Merapi, saya naik sampai tengah malam ingin lihat ini guguran lavanya seperti apa sih. Kalau saya tidak mau memantau, pengamat gunungapi yang usianya sekitar 20 tahun, nanti (pos pengamatan) akan ditinggal pulang juga sama dia," jelasnya.
Selain memberikan tips untuk menjadi seorang pemimpin, Jonan juga berpesan kepada generasi milenial untuk menyuarakan sesuatu yang bersifat konstruktif dan optimis, mengingat menyuarakan pendapat semakin mudah dan bisa melalui platform apapun termasuk media sosial, sehingga tidak perlu menyuarakan hal-hal yang berbau pesimis.
"Karena kalau orang pesimis itu tidak menghasilkan apa apa, dan dapat merusak diri sendiri juga orang lain. Sedangkan kalau optimis mungkin bisa menghasilkan sesuatu," ujarnya.
Baca Juga: Libur Panjang, Menteri Jonan Pastikan Pasokan BBM dan Listrik Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara
-
IHSG Rungkad Lagi di Awal Perdagangan Hari Ini, Kembali ke Level 8.100
-
Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya