Suara.com - Bank Indonesia menegaskan tidak mau terburu-buru menerapkan sistem pembayaran berbasis kode dua dimensi alias QR Code.
Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, pemberlakuan QR Code kekinian masih terbatas karena masih masuk dalam percobaan.
”Ini masih dalam tahap percobaan tahap kedua, untuk mengetahui apa masalah yang masih ada di penyedia layanan QR Code dan para pedagang. Percobaan tahap kedua ini selesai dua bulan ke depan,” kata Filianingsih, Kamis (4/4/2019).
Ia menjelaskan, pecobaan penerapan QR Code tahap satu sudah terselesaikan pada November 2018. Selama tahap percobaan ini, terdapat 19 institusi yang diikutsertakan untuk menerapakn metode pembayaran memakai QR Code.
Ia menegaskan, QR Code merupakan bagian dari program Bank Indonesia untuk mengubah pola pikir masyarakat dari menggunakan uang tunai menjadi nontunai.
Menurutnya, negara-negara lain sudah banyak yang melakukan transaksi nontunai menggunakan QR Code, namun tidak dilakukan standarisasi.
"Negara-negara lain ada yang sudah memakai QR Code tapi tak ada standarisasi. Jadi, ketika sudah jalan dan mau melakukan standarisasi penggunaannya, cenderung susah. Belajar dari hal itu, kami tak mau terburu-buru,” tuturnya.
Sementara ini, kata dia, BI menerapkan tiga standarisasi yakni QR Code, QR Scaner, dan point of sale.
"Bank Indonesia sudah menetapkan asosiasi sistem pembayaran Indonesia sebagai lembaga standar QR Code, dibagi dua grup kerja, yakni teknis dan bisnis,” terangnya.
Baca Juga: Malaysia Open 2019: Lolos ke 8 Besar, Fajar / Rian Ditunggu The Minions
Berita Terkait
-
BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
-
Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni