Suara.com - Bisnis perah kambing, hingga hasil olahan susu yang dihasilkan menjadi produk seperti yogurt dan kefir, belakangan ini bermunculan di Jawa Tengah. Sekalipun kehadirannya belum setenar olahan susu sapi, yang telah diproduksi sejak lama.
Hal ini menjadi perhatian Kasi Penyuluh dan Kemitraan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Juwanto, saat ditemui usai memberikan pelatihan kepada Kelompok Peternak Akar Rumput di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019).
Juwanto mengatakan, bisnis perah kambing ini punya peluang tinggi di pasaran. Terlebih, ketika susu segar yang dihasilkan sudah dilakukan pengolahan menjadi produk.
"Tentu akan lebih tinggi nilai jualnya, sehingga menambah pendapatan," kata Juwanto.
Olahan susu perah kambing, lanjut Juwanto, sebenarnya memiliki posisi tawar atau bargain yang tinggi. Dari nilai gizinya, susu kambing itu lebih tinggi dibandingkan dengan sapi.
"Bahkan, sejumlah konsumen ada yang alergi minum susu sapi. Akan tetapi kalau susu kambing insya Allah tidak. Kalaupun ada, akan minim sekali," ujarnya.
Sementara itu, untuk populasi kambing di Kabupaten Cilacap, selama ini cukup tinggi. Terlebih dengan adanya pengembangan kambing Sapera dari kelompok peternak Akar Rumput, yang merupakan perkawinan silang antara kambing jantan Saanen, dengan kambing betina Etawa.
"Nah, ketika kita bisa menggunakan produk-produk lokal sekitar Cilacap dulu, kenapa tidak digarap terlebih dahulu, baru mengambil dari wilayah lain?" begitu paparnya bersemangat.
Di Jawa Tengah sendiri, lanjut dia, untuk perah kambing menuju pengolahan produk memang belum terlalu banyak.
Baca Juga: Wah, Aktor dan Politikus Ini Nyamar, Ajak Konsumen Bermobil Listrik
"Makanya kami coba dengan potensi yang ada, dari nilai gizi yang lebih, kemudian potensi populasi yang banyak, apalagi konon (dari beberapa hasil penelitian) bermanfaat untuk pengobatan, kami mencoba menggaungkan dan menggali potensi ini," tandas Juwanto.
Pertimbangan itu yang kemudian membuatnya bersemangat memberikan pelatihan bagi Akar Rumput. Dalam pandangannya, kelompok peternak yang anggotanya sudah tersebar di Cilacap bagian barat ini, dari sisi budi daya pembibitan sangat kuat. Belum lagi hasil pengembangan kawin silang yang telah menghasilkan ras baru berupa kambing Sapera, sejak lama.
Hanya, untuk pengembangan perahnya sejauh ini belum tergarap secara maksimal. Padahal dari sumber daya anggotanya, didominasi anak muda, sehingga cukup terbuka untuk terus melakukan pengembangan.
"Makanya, (pelatihan) ini untuk pemberdayaan, penumbuhkembangan, dan penguatan kelompok supaya bisa menangkap peluang (olahan produk susu) tadi," kata Juwanto.
Pelopor sekaligus Ketua Perkumpulan Peternak Akar Rumput, Puthut Dwi Prasetyo mengatakan, fokus ternak dalam kelompoknya selama ini masih terpusat pada pembibitan. Terutama pengembangan ternak kambing Sapera, yang itu menjadi produk primadona dari kelompoknya.
"Sejak awal kami memang masih fokus pada pembibitan, dan pengembangan terkait itu. Sehingga belum terlalu fokus ke arah perah," kata Puthut Dwi Prasetyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim