Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, memasuki musim kemarau tahun ini, tren positif petani untuk ikut asuransi usaha tani padi (AUTP) terus meningkat. Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah menyiapkan sejumlah langkah.
Dirjen PSP Sarwo Edhy mengatakan, terlepas dari musim kemarau atau tidak, yang mendaftar AUTP sebenarnya sudah meningkat. Bagi lahan yang sudah diasuransikan, petani dapat mengklaim kerugian melalui asuransi usaha tani pertanian sebesar Rp 6 juta per hektare.
"Klaim asuransi hanya dapat dilakukan bagi petani yang mengasunsurasikan lahan sawahnya, dengan membayar premi Rp 36.000 per hektare per musim. Sampai awal Juli 2019, jumlah lahan sawah yang sudah diasuransikan seluas 300.000 hektare," ujarnya, di Jakarta, Senin (22/7/2019).
Menurutnya, dalam dua bulan terakhir ini, minat petani ikut asuransi cukup tinggi. Hal ini mungkin terkait adanya musim kering, sehingga mereka ikut program asuransi.
Adapun dari jumlah lahan sawah yang ikut asuransi tersebut, Provinsi Jawa Timur paling luas, yakni mencapai 151.000 hektare, kemudian Jawa Barat (59.000 hektare), Kalimantan Barat (29.000 hektare), Jawa Tengah (18.000 hektare), Sulawesi Tengah (14.000 hektare) dan provinsi lain di bawah 10.000 hektare.
"Saat program ini diluncurkan pada 2015, lahan petani yang diasuransikan hanya sekitar 233.500 hektare, dengan klaim seluas 3.492 hektare," jelasnya.
Kemudian pada 2016, yang ikut asuransi seluas 307.217 hektare (klaim 11.107 hektare); tahun 2017 luas lahan yang didaftarkan petani mengikuti AUTP mencapai 997.961 hektare, klaim kerugian tercatat 25.028 hektare.
Pada 2018, realisasinya sekitar 806.199,64 hektare, dari target 1 juta ha (80,62 persen), dengan klaim kerugian mencapai 12.194 hektare (1,51 persen).
"Tahun ini (2019), kami targetkan lahan yang ter-cover AUTP seluas 1 juta hektare. Kami prediksi itu dapat tercapai," katanya.
Baca Juga: Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan
Kementan mengalokasikan anggaran program asuransi sebesar Rp163,2 miliar untuk pertanian tahun ini. Anggaran sebesar Rp144 miliar itu untuk AUTP, sedangkan asuransi usaha ternak sapi atau kerbau (AUTS/K) dialokasikan sebesar Rp19,2 miliar.
Dasar hukum pemerintah meluncurkan program asuransi pertanian adalah Undang Undang (UU) No.19/2013 Tentang Perlindungan Petani. Dalam UU ini, penerima manfaat AUTP adalah petani atau penggarap dengan lahan maksimal 2 hektare.
Berita Terkait
-
Revolusi Industri 4.0, Kementan Tingkatkan Prasarana dan Sarana Pertanian
-
Kementan Konsolidasikan Hasil Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian
-
Tingkatkan Hasil Tani, Kementan Minta Kabupaten Landak Lakukan Pemetaan
-
Kementan Sarankan Petani Miliki Kartu Tani untuk Beli Pupuk Bersubsidi
-
Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?
-
Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit
-
BRI KKB Tawarkan Bunga Mulai 2,85% Flat, Kredit Mobil Baru Kini Bisa Diajukan Lewat BRImo
-
Tambah Pasokan Listrik, 268 Proyek Pembangkit Baru Segera Dibangun
-
ESDM Telah Bidik Lebih dari 30 Lokasi Konversi PLTD Jadi PLTS
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025
-
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah