Ketika kita cuma mengandalkan sedikit uang buat investasi, maka imbal hasil yang didapat juga kecil begitu dengan sebaliknya.
So! Gak usah pelit-pelit deh soal investasi. Alokasikan saja 10 hingga 20 persen dari penghasilan per bulan. Tujuannya tentu saja agar di masa tua nanti, kita memiliki tambahan dana pensiun.
4. Serakah cari untung
Ini adalah kebiasaan buruk buat mereka yang udah paham soal investasi. Lebih tepatnya adalah saham, forex, atau instrumen derivatif
Merupakan kebalikan dari nomor ketiga. Kalau yang ketiga kamu memiliki rasa pelit yang satu ini jor-joran karena tujuannya mencari cuan atau keuntungan berlimpah. Bahkan rela menggunakan seluruh uangnya.
Hal ini juga gak baik dilakukan karena setiap investasi dengan imbal hasil besar memiliki risiko yang cukup besar. Apa jadinya jika investasi itu berbalik arah dan membuatmu rugi?
5. Menggunakan dana pensiun sebelum waktunya
Mungkin saja, di usia kepala dua ini kamu udah mulai berinvestasi buat masa tuamu. Sebut aja seperti nabung saham, beli reksadana, dan lainnya. Termasuk salah satu di antaranya adalah berpartisipasi dengan BPJS TK (BPJS Ketenagakerjaan).
Dana investasi gak boleh dicairkan sebelum waktunya. Tapi terkadang, ketika cuannya udah di atas 10 persen atau bahkan 30 persen, tentu aja sangat menggiurkan buat mencairkannya bukan?
Baca Juga: Tak Mau Miskin di Hari Tua? Coba 5 Cara Mudah Ini
Atau sebut saja, kamu resign dari tempat kerjamu dan melihat saldo JHT atau BPJS TK yang sangat besar. Pasti tergoda buat mencairkan uang tersebut.
Sebelum kamu berniat melakukan hal itu, coba pikir matang-matang bahwasannya di masa depan nanti, dana tersebut bisa jadi “jauh” lebih besar ketimbang sekarang. Pilih mana? Cairkan sekarang apa nanti aja?
6. Menyerah
Nah, poin terakhir ini adalah paling buruk di antara yang lain. Menyerah karena merasa gagal, adalah sebuah keputusan yang paling berbahaya bisa berakibat fatal di masa depan.
Gagal di usia muda dalam karier atau usaha itu wajar. Banyak sekali orang sukses dan crazy rich yang mengalami hal ini.
Seandainya terbeit dipikiran mu soal keinginan menyerah, tanyakan pada diri sendiri, “mengapa keputusan ini muncul? Mau ke mana dirimu usai menyerah?”.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG