Suara.com - Sri Mulyani Indrawati kembali ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri Keuangan lagi di Kabinet Kerja Jilid II ini, sebelumnya Sri Mulyani sudah menjabat Menkeu sejak 2016 lalu.
Tapi dibawah kendali Sri Mulyani selama menjabat, para pengamat ekonomi menilai mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut minim terobosan dan lebih senang main aman dalam menjalankan roda perekonomian, alhasil pertumbuhan ekonomi hanya mampu naik paling tinggi di level 5 persenan.
"Perekonomian akan terjebak di pertumbuhan sekitar 5 persen. Mimpi menjadi negara besar di tahun 2045 simpan saja di laci," kata Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/10/2019).
Namun Presiden Jokowi sudah memutuskan dan menunjuk kembali Sri Mulyani untuk menjabat Menteri Keuangan periode 2019-20124, untuk itu Piter menyarankan kepada wanita kelahiran 26 Agustus 1962 ini untuk memiliki senjata baru demi menggenjot roda perekonomian agar berjalan lebih kencang lagi.
"Kecuali jika Bu Sri Mulyani mengubah pola kebijakannya dalam menghadapi perlambatan ekonomi global," katanya.
Dia bilang Sri Mulyani harus memiliki kebijakan yang countercyclical atau mendukung adanya stimulus bagi pertumbuhan dalam menghadapi dinamika kondisi global yang melambat dan masih diliputi ketidakpastian.
"Yang kita butuhkan kebijakan countercyclical baik di moneter, fiskal maupun di sektor riil," katanya.
Piter menjelaskan APBN sebagai alat kebijakan fiskal bisa memberikan stimulus ketika kondisi ekonomi dalam negeri menghadapi tantangan global yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi.
"Kebijakan moneter yang sudah pro growth hendaknya diimbangi oleh Sri Mulyani dengan kebijakan fiskal yang penuh dengan stimulus terhadap perekonomian," ucapnya.
Baca Juga: Senyum Sumringah Sri Mulyani saat Tiba di Istana Negara
"Jangan takut untuk melebarkan defisit, harus berani menghadapi kritik atas terus bertambahnya utang pemerintah. Fokus kepada pertumbuhan ekonomi," tambah Piter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!
-
Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?
-
Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas