- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengangguran Indonesia turun menjadi 4,74% akibat penciptaan lapangan kerja baru.
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 mencapai 5,4% didukung sektor prioritas utama.
- Beberapa program prioritas presiden, seperti makan bergizi gratis, diharapkan menyerap tenaga kerja secara luas.
Suara.com - Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi Indonesia terus membaik. Hal itu terlihat dengan adanya penurunan pengangguran di Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato, mengatakan pengangguran di Indonesia turun 4,74 persen. Penurunan pengangguran ini dikarenakan penciptaan lapangan kerja yang tumbuh.
"Tingkat pengangguran terbuka turun 4,74 persendan tambahan serapan tenaga kerja yang bekerja 2,71 juta orang sebagai hasil daripada realisasi investasi," katanya di Gedung Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026),
Dia pun menyakini bahwa pertumbujan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 mencapai 5,4 persen. Dengan potensi hingga 5,6 persen yang memiliki sektor prioritas adalah pertanian, industri manufaktur, digital dan energi.
"Momentum ini sangat sesuai dengan tema daripada rencana kerja pemerintah yaitu kedaulatan pangan, energi dan transformasi ekonomi menuju Indonesia maju," ujar Airlangga.
Dia melanjutkan, beberapa implementasi program prioritas Bapak Presiden seperti makan bergisi gratis, operasi desa merah putih dan program 3 juta rumah bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Program ini pun bisa banyak menyerap tenaga kerja.
"Diharapkan ini menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja luas, akselerasi produktivitas dan penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN diantaranya melalui danantara," bebernya.
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan mendorong pertumbuhan di kuartal pertama di 2026. Apalagi, dengan momen puasa dan lebaran mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik.
"Dan ini untuk pertama kalinya kuartal keempat dan kuartal pertama back to back hari besar keagamaannya. Karena di kuartal pertama ada Idul Fitri yang diharapkan dan selama pengalaman kita pada saat terjadi lebaran pertumbuhan tertinggi juga. Oleh karena itu kita akan terus dorong pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini," tuturnya.
Baca Juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,6% di Q1 2026 Berkat Stimulus Ekonomi Rp 911 M
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini
-
Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah
-
Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen
-
Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050
-
BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik
-
Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026