Bisnis / Makro
Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:06 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengangguran Indonesia turun menjadi 4,74% akibat penciptaan lapangan kerja baru.
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 mencapai 5,4% didukung sektor prioritas utama.
  • Beberapa program prioritas presiden, seperti makan bergizi gratis, diharapkan menyerap tenaga kerja secara luas.

Suara.com - Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi Indonesia terus membaik. Hal itu terlihat dengan adanya penurunan pengangguran di Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato, mengatakan pengangguran di Indonesia turun 4,74 persen. Penurunan pengangguran ini dikarenakan penciptaan lapangan kerja yang tumbuh.

"Tingkat pengangguran terbuka turun 4,74 persendan tambahan serapan tenaga kerja yang bekerja 2,71 juta orang sebagai hasil daripada realisasi investasi," katanya di Gedung Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026),

Dia pun menyakini bahwa pertumbujan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 mencapai 5,4 persen. Dengan  potensi hingga 5,6 persen yang memiliki sektor prioritas adalah pertanian, industri manufaktur, digital dan energi.

"Momentum ini sangat sesuai dengan tema daripada rencana kerja pemerintah yaitu kedaulatan pangan, energi dan transformasi ekonomi menuju Indonesia maju," ujar Airlangga.

Dia melanjutkan, beberapa implementasi program prioritas Bapak Presiden seperti makan bergisi gratis, operasi desa merah putih dan program 3 juta rumah bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Program ini pun bisa banyak menyerap tenaga kerja.

"Diharapkan ini menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja luas, akselerasi produktivitas dan penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN diantaranya melalui danantara," bebernya.

Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan mendorong pertumbuhan di kuartal pertama di 2026. Apalagi, dengan momen puasa dan lebaran mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik.

"Dan ini untuk pertama kalinya kuartal keempat dan kuartal pertama back to back hari besar keagamaannya. Karena di kuartal pertama ada Idul Fitri yang diharapkan dan selama pengalaman kita pada saat terjadi lebaran pertumbuhan tertinggi juga. Oleh karena itu kita akan terus dorong pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini," tuturnya.

Baca Juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,6% di Q1 2026 Berkat Stimulus Ekonomi Rp 911 M

Load More