Suara.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta cum eks Cawapres Sandiaga Uno mengaku tak bisa main-main jika membahas soal ikan.
Hal ini dikatakan Sandiaga kepada Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Novyan Bakrie di acara penutupan Dialog Nasional Ekonomi Kreatif di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Mulanya, Sandiaga yang tengah memberikan sambutan pada penutupan acara dan meminta Anindya Bakrie untuk berbincang-bincang di atas panggung.
Sandiaga pun menanyakan kepada Anindya berapa persen ekonomi kreatif dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Berapa ekonomi kreatif dari PDB kita? 9 atau 10 persen?," tanya Sandiaga.
"Tujuh persen," jawab Anindya.
Namun, Sandiaga menegaskan pertanyaan yang dilontarkan Sandiaga bukan uji kelayakan dan kepatutan menjadi Calon Ketua Umum Kadin.
"Ini bukan fit and proper test menjadi Ketua umum kadin bukan," kata Sandiaga disambut tertawa.
Anindya menyebut pertanyaan yang dilontarkan Sandiaga seperti pertanyaan menyebutkan nama-nama ikan.
Baca Juga: Ekonom Asing Tak Percaya Data BPS, Ketua Umum Kadin Geram
"Ini kaya disuruh sebut nama-nama ikan," ucap Anindya.
Seraya melontarkan candaan, Sandiga mengaku tak meminta Anindya menyebutkan nama-nama ikan. Sebab kata Sandiaga, rekannya di Partai Gerindra Edhy Prabowo kini sudah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Enggak disuruh sebutin nama-nama ikan, enggak. Itu menteri kelautannya Gerindra bos jadi enggak bisa main-main lagi soal ikan," kata Sandiaga disambut tertawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026