Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak kesal dengan para aparat birokrasi karena realisasi belanja modal yang cenderung rendah berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2020 yang diterimanya, beberapa waktu lalu.
Kata Jokowi pelaksanaan tender proyek acap kali terlambat. Karena itu, dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan agar segenap birokrasi di kementerian/lembaga (K/L), juga aparat pemerintah daerah tingkat I dan II, untuk mempercepat realisasi pencairan belanja modal.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan untuk mempercepat serapan anggaran pada tahun depan, pemerintah bakal melakukan strategi khusus, salah satunya melakukan tender diawal.
"Iya tahun depan nanti Bappenas dengan Kemenkeu akan mendorong agar penyerapan bisa dilakukan lebih awal karena distribusi yang kurang merata. Kalau merata penuh saya rasa tidak bisa karena secara natural, kuartal pertama akan lebih rendah," kata Bambang saat ditemui usai acara Core Economic Outlook 2020 di Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Dia bilang penyerapan belanja pemerintah secara alamiah pada kuartal I memang lebih rendah dengan distribusi yang relatif merata.
"Tapi, distribusi yang relatif merata dengan kenaikan bertahap itu memang membantu kualitas dari pembangunan yang akan kita jalankan. Jadi kalau menumpuk semua di triwulan empat, itu nanti jadi tidak baik dari kualitas dan impactnya terhadap masyarakat. impactnya tidak bisa dirasakan masyarakat," paparnya.
"Kalau dulu tender dilakukan awal tahun, kemudian ada hal tertentu dipersingkat tp dalam akuntabilitas penuh. dan saya kira berbagai instruksi yang harus dilakukan lebih awal kalau sudah merupakan arahan ya harus dilaksanakan," tambah Bambang.
Realisasi belanja negara per akhir Oktober 2019 telah mencapai Rp 1.797,97 triliun 73,1 persen dari pagu APBN. Belanja ini meningkat 4,5 persen jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama pada tahun 2018.
Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.121,10 triliun atau 68,6 persen dari pagu APBN dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 676,87 triliun atau 81,9 persen dari pagu APBN.
Baca Juga: Kepala Bappenas Target Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota Terbentuk Desember
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat mengalami peningkatan sebesar 4,7 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan utamanya diakibatkan oleh realisasi Belanja Bantuan Sosial yang mencapai Rp 91,75 triliun atau meningkat sebesar 32,7 persen bandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Berita Terkait
-
Kepala Bappenas Target Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota Terbentuk Desember
-
Eks Dirut PLN Bebas, Rocky Menduga Jokowi Tidak Mau Memperkuat KPK
-
Survei Sebut Kepercayaan Rakyat ke Jokowi Menurun, Begini Respons Istana
-
Sepanjang Tahun Ini Cangkul Impor Asal China Capai 297 Ribu Kg
-
Sohibul Iman Tegaskan PKS Tetap Oposisi Sampai Jokowi Tak Jadi Presiden
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?