Suara.com - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menargetkan sampai tahun 2023 bakal mengasuransikan seluruh gedung Kementerian/Lembaga (K/L) karena masuk dalam Barang Milik Negara (BMN).
Semangat untuk mengasuransikan gedung-gedung milik negara karena Indonesia berada di wilayah ring of fire atau wilayah yang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.
"Ini penting karena wilayah Indonesia berada di ring of fire atau wilayah yang sering terkena bencana, jadi asuransi ini penting," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kemenkeu Isa Rachmatarwata di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Isa menambahkan perlindungan asuransi gedung ini akan dilakukan bertahap, untuk tahun ini pihaknya menargetkan 10 K/L sudah diasuransikan.
"Kami lakukan bertahap untuk tahun ini ada 10 K/L, 2021 ada 20 K/L, 2022 ada 40 K/L dan 2023 diharapkan seluruh gedung K/L sudah semuanya diasuransikan," katanya.
Lebih lanjut, Isa menjelaskan asuransi gedung ini sudah dilakukan untuk seluruh gedung milik Kementerian Keuangan pada 2019 lalu, di mana ada 1.360 gedung milik Kemenkeu yang telah berhasil diasuransikan.
"Pilot project nya dari Kementerian Keuangan pada tahun lalu kami sudah asuransikan sebanyak 1.360 gedung milik Kemenkeu senilai Rp 10,8 triliun dengan nilai premi mencapai Rp 21 miliar berupa gedung dan bangunan kepada konsorsium asuransi," kata Isa.
Isa pun bilang, manfaat dari adanya asuransi gedung ini baru saja dirasakan oleh pihaknya, karena Kementerian Keuangan mengajukan klaim terhadap aset atau BMN terdampak banjir kepada konsorsium asuransi dengan total nilai pertanggungan diperkirakan mencapai Rp 50,6 miliar.
"Akhir tahun lalu kami baru mulai mengasuransikan BMN di lingkungan Kemenkeu dan kebetulan sekali, awal tahun ini terdampak banjir," katanya.
Baca Juga: 5 Gedungnya Kena Banjir, Kemenkeu RI Klaim Asuransi Rp 50,6 Miliar
Informasi saja, mulai 2019, Kemenkeu mengasuransikan 1.360 BMN senilai Rp 10,8 triliun dengan nilai premi Rp 21 miliar berupa gedung dan bangunan kepada konsorsium asuransi.
Berita Terkait
-
Anak Buah Sri Mulyani Punya Cara Lain Agar Nasabah Jiwasraya Selamat
-
5 Gedungnya Kena Banjir, Kemenkeu RI Klaim Asuransi Rp 50,6 Miliar
-
Erick Thohir Jamin Bayar Semua Uang Nasabah Jiwasraya
-
Cuaca Ekstrem Bakal Terjadi, Perhatikan Tunggangan Kesayangan
-
5 Fraksi DPR Setuju Pembentukan Pansus Skandal Jiwasraya, Minus PDIP
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok