Suara.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin meminta semua BUMN-BUMM harus melihat disrupsi teknologi digital dalam rencana kerja.
Jangan sampai, hasil investasi yang sudah dikeluarkan sia-sia karena tak lagi berguna di masa depan.
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri mencontohkan, PT Pertamina (Persero) yang diminta memikirkan kembali dalam rencana bangun kilang minyak.
Menurutnya dengan investasi Rp 700 triliun hingga Rp 800 triliun, Pertamina harus melihat kemungkinan bahan bakar minyak masih dibutuhkan di masa depan. Karena, kendaraan ke depan akan beralih dari minyak ke listrik.
"Saya tanya apa kamu yakin selama deferisiasi dari Rp 700 hingga Rp 800 triliun ini belum selesai dilakukan, tidak ada perubahan sistem energi dari pakai bensin jadi pakai listrik? Karena di China dan Eropa, Karena ada tekanan sisi lingkungan, terjadi transisi itu, teramati infleksi itu," ujar Budi di Jakarta Convention Center, Kawasan GBK Senayan, Selasa (11/2/2020).
Maka dari itu, Budi menginginkan, BUMN-BUMN bisa kembali meramu kembali rencana pembangunan dan investasi.
Selain itu, tambah dia, BUMN juga harus cari peluang bisnis apa yang menarik dan menguntungkan di masa depan. Sehingga, bisnis perusahaan bisa mengikuti perubahan yang ada.
"Kita sebagai BUMN harus terus amati, kalau terjadi titik perubahan peradaban manusia mulai teramati, sebagai Business man kita harus antisipasi. Karena pada saat itulah banyak bisnis mati tapi banyak kesempatan bisnis baru tumbuh dengan pesat," katanya.
Baca Juga: Tolak Kilang Minyak, 3 Petani Tuban Ditangkap saat Jokowi Datang
Berita Terkait
-
Kilang Minyak Pertamina - Rosneft Ditolak Warga, Istana: Belum Paham Itu
-
Tolak Kilang Minyak, 3 Petani Tuban Ditangkap saat Jokowi Datang
-
Murka Soal Pembangunan Kilang Minyak, Jokowi Minta Bantuan Polri Hingga KPK
-
Arcandra Tahar: Kilang Minyak Lebih Efisien Dibanding Impor
-
Pemerintah Bentuk Tim Koordinasi Pembangunan Kilang Minyak
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Bursa Kripto Global Ini Catatkan Kepemilikan Aset Rp486 Triliun
-
RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia
-
Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026