Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyebaran virus corona di dunia masih menghantui semua negara. Hal ini dikarenakan jumlah korban terus bertambah, terutama untuk wilayah China daratan.
"Ekonomi dan politik global masih tinggi meski ketegangan perdagangan dengan China sudah menurun, tapi kasus virus corona terus bertambah dan kalau kita lihat sekarang ini masih menghantui kita semua," kata Luhut dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020, di Ballroom Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Terkait di Indonesia kata Luhut, dampak ekonomi mulai dirasakan seperti halnya dengan kegiatan perdagangan Indonesia-China yang terganggu, selain itu kegiatan pariwisata juga terganggu dan berdampak pada menurunnya penerimaan devisa negara daru sektor pariwisata.
"Dampak corona secara global dan Indonesia, ke Indonesia dampaknya memang penurunan devisa untuk tourism karena turis China 2 juta orang menurun," kata Luhut.
Selain itu kata Luhut, sumbangsih ekonomi China atas negara di dunia juga paling besar sehingga mempengaruhi ekonomi global.
Menurutnya jika Indonesia tak hati-hati tentu dampak negatif dari perkembangan virus corona ini bisa fatal bagi ekonomi nasional.
"Global economy China ke dunia 18 persen. Waktu SARS 2003 cuma 4 persen. Hampir 5 kali lebih besar skala ekonomi China dari pada 2003," kata dia.
"Ini punya dampak yang besar ke impor kita, dalam waktu 2 bulan kalau kita tidak hati-hati menata bisa pengaruh ekonomi dalam negeri. Seperti industri tekstil akan kena karena banyak bahan diimpor dari Tiongkok dan tidak berproduksi," Luhut menambahkan.
Berita Terkait
-
Virus Corona Ganggu Ekonomi, Jokowi Sebut Satu-satunya Obat Hanya Investasi
-
Ada 2 Opsi Pemulangan WNI dari Kapal Diamond Princess, Keputusan di Jokowi
-
Korban Tewas Corona Covid-19 Tembus 2.100, Arab Saudi Cs Siapkan Pencegahan
-
Bandara Malaysia Mendadak Sepi, Sandiaga Uno: Mungkin karena Virus Corona
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi