Suara.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak main-main untuk memitigasi dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) terhadap ekonomi nasional. Anggaran jumbo pun disiapkan untuk menangkal efek negatif dari virus tersebut.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan paket stimulus kedua. Anggaran yang disiapkan untuk paket stimulus kedua tersebut jumlahny lebih besar dari paket stimulus pertama.
"Lebih dari yang pertama (paket stimulus pertama) Rp 10,3 triliun," kata Airlangga di Hotel Borobudur, Jakarta pada Rabu (4/3/2020).
Airlangga mengungkapkan, paket stimulus ini merupakan yang kedua diberikan. Sebelumnya, pemerintah juga memberikan stimulus tahap pertama sebesar Rp 10,3 triliun untuk sektor pariwisata, seperti pemberian diskon tarif pesawat hingga perumahan.
Meski begitu, Airlangga tak mengungkapkan secara detail sektor yang bakal diberikan paket stimulus tersebut. Dia hanya menjelaskan dalam paket kedua tersebut pemerintah menyiapkan delapan paket kebijakan ekonomi.
"Paket ini sudah dilaporkan ke Presiden dan sudah difinalisasi, kira-kira akan ada delapan paket kebijakan yang disiapkan," katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pada Selasa (2/3/2020), resmi mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena virus corona. Kekhawatiran terhadap dampak negatif virus corona mengusik pertanyaan mengenai rantai pasokan ekonomi Indonesia.
Dalam menjawab ketersediaan dana tambahan APBN untuk penanggulangan dampak negatif virus corona terhadap ekonomi, pemerintah mengatakan bahwa defisit dapat dilebarkan hingga 1,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Karena Corona virus baru diumumkan Presiden tadi (Selasa, 02/03/2020), jadi sampai sekarang belum ada yang baru lagi untuk disampaikan. Kalau ditanya dari sisi fiskal, kita berusaha mengikuti perkembangan yang ada. Yang jelas kita punya space yang agak longgar, budget defisit kita perkirakan 1,7 (persen) untuk 2020 ini. Jadi, kita masih punya space seandainya perlu melebarkan defisit," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Arif Baharuddin di Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Waspada Corona, Pemprov DKI Ajukan RS Pasming dan Cengkareng Jadi Rujukan
Pemerintah juga tetap memonitor keadaan pasar dengan melakukan exercise dan mengundang pihak-pihak di lapangan, badan otoritas fiskal dan moneter agar tetap menjaga stabilitas dan kepercayaan diri pelaku ekonomi.
Berita Terkait
-
Respons Corona di Indonesia, Pemerintah Bikin Protokol Penanganan Covid-19
-
Kemenkes: Pasien Corona Covid-19 Asal Depok Alami Tekanan Psikologis
-
Pemerintah Berencana Permudah Keran Impor, Airlangga Enggak Takut Defisit
-
Bukan Vaksin, Corona Covid-19 akan Berhenti Lewat Karantina
-
Jokowi Tunjuk Jubir Virus Corona, Demokrat: Penting, Tapi...
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
-
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara
-
Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
-
Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?