Suara.com - Pengembang properti asal Australia, Crown Group, mencatatkan peningkatan penjualan selama pertengahan Februari dan awal Maret.
Direktur Sales & Marketing dan COO Crown Group, Prisca Edwards mengatakan, hasil penjualan Februari menunjukan bahwa pembeli masih melihat daya tarik properti sebagai investasi yang menarik.
"Pada awal bulan Maret, unit Griya Tawang Arc by Crown Group dengan pemandangannya yang menakjubkan ke seluruh penjuru kota dan Pyrmont Bay telah terjual senilai Rp 55 miliar, mencetak rekor penjualan baru di menara hunian ikonik yang terletak di Clarence Street," ujar Prisca dalam keterangannya, Senin (23/3/2020).
Pada bulan Februari Infinity by Crown Group di Zetland, yang telah selesai akhir tahun lalu, berhasil menjual apartemen senilai Rp 100 miliar kepada pembeli di luar negeri.
Diantaranya yang berhasil terjual adalah unit griya tawang yang mampu terjual hanya dalam waktu 6 jam, mencatatkan harga penjualan tertinggi senilai Rp 41 miliar di wilayah Zetland.
Waterfall by Crown Group yang baru saja selesai dan Mastery by Crown Group, keduanya terletak di pinggiran Waterloo yang sedang naik daun, juga berhasil mencatatkan penjualan senilai Rp 30 miliar kepada pembeli luar negeri.
Mastery by Crown Group berhasil mencatatkan nilai transaksi hampir Rp 90 miliar untuk unit apartemen off-the-plan di pengembangan hunian bertema Jepang ini.
"Ini diperkirakan akan terus melonjak, dengan suku bunga yang akan kembali turun dan nilai tukar dolar Australia yang menawarkan peluang besar bagi pembeli asing untuk mendapatkan penawaran bagus," jelas Prisca.
Prisca Edwards juga mengatakan tim penjualan telah melihat peningkatan nyata dalam minat pembeli luar negeri terhadap properti Sydney sejak akhir tahun lalu, yang akhirnya membuahkan hasil penjualan yang sukses.
Baca Juga: Social Distancing Bikin Lelaki Ini Lari dalam Apartemen, Tembus 60 Km!
"Para pembeli menikmati suku bunga terendah dalam sejarah saat ini dan sepertinya ada pemotongan lebih lanjut ke depan," tambah Prisca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang