Suara.com - Kementerian Pertanian resmi menghadirkan ATM Pertanian Sikomandan, Rabu (22/4/2020), di Kodim 0501/JP.BS Kemayoran, Jakarta Pusat. Untuk mendukung program ini, Kementan menyiapkan beras sebanyak 45 ton per bulan.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.
"Setiap hari kita menyiapkan beras untuk 1000 orang atau 1000 rumah tangga. Dengan harapan 1000 rumah tangga ini bisa mengambil beras lewat ATM Pertanian Sikomandam. Untuk setiap Kodim kita menyiapkan 1,5 ton. Berarti perbulan 45 ton. ATM ini ada di 10 titik di Jabodetabek. 5 di Jakarta, sisanya tersebar di Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok," papar Sarwo.
Menurutnya, ATM ini diberinama Sikomandan, karena melibatkan sejumlah Komandan Kodim dalam pendistribusiannya.
"Dengan ATM ini, masyarakat-masyarakat pra sejahtera yang buat cari makan saja susah, bisa mendapatkan beras gratis. Selain itui juga buat keluarga yang terdampak Covid-19 dan telah terdata," jelasnya.
Sarwo menambahkan, peran Ditjen PSP dalam ATM Pertanian Sikomandan adalah menggerakkan mitra usaha, seperti BNI 46, BRI, dan Bank Mandiri, juga BUMN lainnya. Mereka diajak untuk turut serta membantu masyarakat, khususnya kaitan dengan pangan.
Menurutnya, dalam masa pandemi Covid-19 ini, tugas Kementan adalah membantu menyiapkan agar pangan tidak kurang.
"Kementan mempunyai tanggung jawab untuk memberi makan 267 juta orang. Itu tidak boleh kurang. Dan pengadaan beras gratis ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mencegah terjadinya kelaparan, khususnya di saat Covid-19," paparnya.
Sementara Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, nantinya ATM Pertanian Sikomandan akan hadir di 34 provinsi.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Kementan Susun Strategi Ketahanan Pangan
"Nanti ATM akan merambah 34 provinsi. kita siapkan skema dengan melibatkan mitra dan stakeholder terkait. Untuk mekanisme penyalurannya, kita serahkan ke TNI," tuturnya.
Menurutnya, kehadiran ATM ini adalah bentuk kepedulian pemerintah, serta sesuai instruksi Presiden Joko Widodo agar pemerintah selalu hadir di masyarakat dalam kondisi apa pun.
Berita Terkait
-
Menteri Pertanian Syahrul Luncurkan Inovasi ATM Pertanian Sikomanda
-
Punya Dam Parit, Petani di Gunungkidul Berharap Bisa Panen Tiga Kali
-
Penjual Pupuk Bersubsidi Diimbau Menjual Sesuai Harga Eceran Tertinggi
-
Antisipasi Kemarau, Kementan Susun Strategi Ketahanan Pangan
-
Walau Pandemi Covid-19, Panen Raya Terjadi di Sejumlah Kawasan di Sumsel
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya