Suara.com - Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, bahwa status stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2020 menjadi waspada akibat pandemi yang disebabkan virus corona atau Covid-19.
"Tadi saya sampaikan Maret sampai Q1 (Kuartal I) sehingga munculnya Perppu ini merupakan situasi kegentingan, sampai akhir Maret lalu kondisi sangat waspada," kata Sri Mulyani saat konferensi pers melalui video conference di Jakarta, Senin (11/5/2020).
Status waspada ini kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini merupakan pandangan yang dilakukan tim KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dari hasil pemantauan ini, kata Sri Mulyani laporannya akan diberikan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kita sebutkan dalam tingkatan sangat waspada dari semua indikator masing-masing KSSK. Ini menyebabkan kemudian kami melakukan beberapa kali rapat dalam kabinet assessment forward looking KSSK menjadi landasan munculnya Perppu Nomer 1 Tahun 2020," katanya.
Namun, Sri Mulyani menyebutkan bahwa selepas kuartal I-2020 kondisi sistem keuangan nasional menunjukan tren perbaikan dengan stabilitas di sektor keuangan mulai terlihat.
"Namun kami tetap waspada," ujar Sri Mulyani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog