Suara.com - Sejumlah pengrajin mebel di Solo, Jawa Tengah, mulai mengerjakan kembali pesanan pasar dari Amerika Serikat setelah tertunda karena kebijakan lockdown negara setempat.
"Kalau kondisi saat ini sudah banyak yang jalan. Kami juga optimistis bahwa para buyer kan bukan ingin menganggur. Mereka tidak ingin usahanya terhenti," kata Kepala Bidang Pemasaran Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya (Kimkas) Irawan Mintorogo di Solo, Rabu (3/6/2020).
Ia mengatakan untuk saat ini jika dibandingkan dengan pasar Uni Eropa, di Amerika Serikat lebih dulu bergeliat.
"Memang kalau buyer Amerika Serikat, dalam tanda kutip agak nakal. Mereka lebih berani meskipun kondisi masih seperti ini, beda dengan Eropa, lebih patuh," katanya.
Sebelumnya, dikatakannya, tepatnya di bulan Maret-April ada beberapa pesanan dari buyer yang harus ditahan sehingga belum dapat dikerjakan oleh para pengrajin.
"Tetapi kondisi saat ini sudah membaik meskipun belum kembali seperti semula. Kalau biasanya di Kimkas sendiri rata-rata setiap eksportir bisa mengirim 1-20 kontainer/bulan," katanya.
Ia mengatakan untuk saat ini jumlah pengrajin yang menjadi anggota Kimkas sebanyak 40 orang dan 80 persen di antaranya merupakan eksportir.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo Yanti Rukmana mengatakan, setelah vakum dua bulan tidak melakukan pengiriman ke Amerika Serikat, saat ini eksportir mebel di Kota Solo mulai diburu konsumen dari AS.
"Karena sudah dibuka kebijakan 'lockdown' di sana, mungkin juga ada subsidi dari pemerintahnya. Jadi mereka minta dikirim lebih banyak dari biasanya," katanya.
Baca Juga: Jokowi 2 Periode, 59 Pabrik Mebel di China Pindah ke Jawa Tengah
Meski tidak menyebutkan angka pasti, dikatakannya, kapasitas pengiriman belum 100 persen atau masih sekitar 50 persennya.
"Kami masih menyesuaikan permintaan. Meski sudah diberlakukan 'new normal' tetap masih membutuhkan waktu untuk kembali stabil seperti sebelum wabah," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan