Suara.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membantah akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) para pilot kembali.
Menurutnya, saat ini kondisi masih maskapai masih kuat, sehingga tak memerlukan PHK.
Untuk diketahui, maskapai mempercepat kontrak para pilot yang berstatus kontrak. Sekitar, 150 lebih pilot yang terkena percepatan kontrak tersebut.
"Bahwa ada intepretasi kesan seolah-olah ada PHK ratusan pilot ini tidak benar, karena penting buat kami, memastikan garuda masih survive dalam kondisi ini," ujar irfan dalam video conference di Jakarta, Jumat (5/6/2020).
Irfan pun mengklaim apa yang dilakukan maskapai bukan PHK. Tetapi, perseroan menawarkan percepatan kontrak para pilot yang berstatus kontrak, dan para pilot itu pun menyetujui.
"Banyak media sebut PHK, saya klarifikasi itu bukan PHK itu adalah percepatan perjanjian kontrak pegawai yang statusnya kontrak kita tetap bayar gajinya sampai akhir kontrak dan kita percepat pembayarannya," jelas Irfan.
Mantan Direktur Utama PT INTI (Persero) ini menambahkan, PHK adalah opsi terakhir yang akan ditempuh maskapai, jika kondisi industri penerbangan belum membaik di tengah pandemi.
"Manajemen garuda bersepakat bahwa PHK adalah opsi paling akhir dari situasi yang ada yang sampai itu belum pernah kita lalui, yang bisa kita lakukan kita kedepan tentu saja berharap banyak dari dukungan dari banyak pihak," pungkas Irfan.
Baca Juga: Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan Imbas Tutupnya Mal Hotel dan Parkiran
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari