Di tengah upayanya melakukan penyelamatan UMKM, BRI juga melakukan akselerasi transformasi untuk agar tetap tumbuh berkelanjutan. Sejalan dengan visi BRI di 2022 untuk menjadi The Most Valuable Bank in Southeast Asia & Home to the Best Talent, BRI telah melakukan serangkaian transformasi, yang salah satunya transformasi digital.
Transformasi digital diimplementasikan melalui strategi transformasi proses bisnis (digitize) dan transformasi model bisnis (digital) dalam waktu yang bersamaan.
Transformasi proses bisnis dilakukan melalui digitizing core fokus pada upaya eksploitasi produk dan layanan existing di BRI untuk menjadi lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien.
Sejak 2018, BRI berhasil mengakselerasi proses persetujuan kredit, dari yang semula dua minggu menjadi kurang dari dua hari melalui aplikasi mobile BRISPOT. Sementara itu, dalam rangka Empowering Indonesian Rural Economy, Bank BRI hadir dengan Agen BRILink yang terus tumbuh, dimana saat ini terdapat lebih dari 434 ribu agen yang melayani lebih dari 52 ribu desa di seluruh Indonesia dengan 321 juta transaksi finansial.
Pada transformasi model bisnis, BRI mengembangkan Digital Ecosystem dengan menjadi Open Banking, yang mampu melakukan kolaborasi digital secara masif, aman, dan cepat dengan berbagai mitra layanan digital, seperti e-Commerce, Fintech, Ride-sharing, Agritech, dan Edutech, termasuk mengembangkan digitalisasi ekosistem pasar tradisional, yang saat ini sudah mulai mendigitalisasi lebih dari 4.300 pasar di seluruh Indonesia sebagai solusi menghidupkan pasar di tengah pandemi Covid-19, yang dikenal dengan inisiatif Web Pasar.
“Saat ini BRI juga tengah mengembangkan ekosistem desa sebagai simpul pemberdayaan ekonomi,” jelas Sunarso.
Di samping itu, BRI juga menghadirkan solusi fintech yang radikal melalui digital lending, paylater dan digital saving dalam rangka memberikan solusi nasabah yang semakin cepat, semakin mudah, dan semakin efisien, melalui aplikasi Pinang & Ceria.
Melayani masyarakat sebanyak mungkin untuk melakukan transaksi sesering mungkin dengan biaya seefisien mungkin, menjadi salah satu inspirasi dari transformasi yang dilakukan Bank BRI.
“Implementasinya berupa menjangkau pasar dan masyarakat seluas-luasnya dari kecil hingga ultra mikro (Go Smaller), membuat produk dengan tenor yang lebih singkat (Go Shorter), serta memanfaatkan teknologi digital agar layanan lebih cepat (Go Faster) dan pada akhirnya menghasilkan efisiensi (Go Cheaper),” pungkas Sunarso.
Baca Juga: BRI dan UMKM Mode akan Gelar Nusantara Fashion Festival 2020
Berita Terkait
-
BRI Berkolaborasi dengan Telkom untuk Tingkatkan Layanan Satelit
-
Bank BRI Dianugerahi Penghargaan Top CSR di Jakarta
-
BRI Borong 3 Penghargaan di Ajang GRC dan Performance Exellence Award 2020
-
Satgas PEN Sebut Perlu Adanya Penerapan Protokol Kesehatan yang Disiplin
-
BRI dan UMKM Mode akan Gelar Nusantara Fashion Festival 2020
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026
-
Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina
-
Anak Usaha Emiten ADHI Mulai Garap Proyek Gedung Presisi 6 Polri
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
-
Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!
-
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
-
Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham