Suara.com - Layanan branchless banking yang dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., atau biasa disebut AgenBRILink, mengalami perkembangan pesat meski di tengah pandemi Covid-19.
Melalui AgenBRILink, masyarakat bisa mendapatkan layanan perbankan lebih dekat, praktis dan lebih nyaman tanpa pergi ke bank. Dengan menyebarkan agen ke seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua, maka hal ini semakin memudahkan masyarakat Indonesia mendapatkan akses perbankan.
“Hingga akhir Juni 2020, jumlah sudah mencapai lebih dari 434 ribu agen, dengan jumlah transaksi finansial 320 juta kali. Selain itu, AgenBRILink telah berkontribusi menghimpun dana murah Rp 9,5 triliun atau tumbuh 79 persen year-on-year,” ungkap Amam Sukriyanto, Corporate Secretary BRI.
Lebih lanjut Amam mengungkapkan, AgenBRILink bisa menjadi alternatif solusi bagi masyarakat yang ingin transaksi perbankan dan menghindari kerumunan. Tak perlu antre ke kantor bank, mereka dapat bertransaksi dengan mendatangi AgenBRILink di sekitar tempat tinggalnya.
Di samping itu, sebagian AgenBRILink juga memiliki usaha jualan baik sembako atau barang kebutuhan lainnya, sehingga masyarakat bisa sekaligus berbelanja kebutuhannya.
AgenBRILink juga berperan penting dalam membantu penyaluran bantuan sosial. Tahun 2020, telah dibagikan paket sembako untuk 7,3 juta keluarga penerima manfaat dari Program Sembako Kementerian Sosial senilai Rp 8,02 triliun.
Selain itu, BRI melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), juga menyalurkan 50 ribu paket sembako lewat Agen BRILink senilai Rp 5 miliar.
Saat ini, AgenBRILink bisa melayani berbagai transaksi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Transaksi ini di antaranya transfer, tarik tunai, setoran pembayaran tagihan listrik PLN, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, Gopay, OVO, layanan referral pembukaan rekening tabungan dan pinjaman dan berbagai transaksi lainnya.
Yang terbaru, AgenBRILink juga melayani pembayaran tiket kapal feri ASDP yang pemesanannya dapat dilakukan melalui www.ferizy.com.
Baca Juga: BRI Ambil Peran dalam Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
“AgenBRILink sudah tersebar di lebih dari 52 ribu desa. Dengan banyaknya desa yang telah dijangkau, BRI berharap dapat memberikan inklusi layanan keuangan yang makin luas kepada masyarakat,” pungkas Amam.
Berita Terkait
-
BRI Ambil Peran dalam Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
-
BRI Berkolaborasi dengan Telkom untuk Tingkatkan Layanan Satelit
-
Bank BRI Dianugerahi Penghargaan Top CSR di Jakarta
-
BRI Borong 3 Penghargaan di Ajang GRC dan Performance Exellence Award 2020
-
BRI dan UMKM Mode akan Gelar Nusantara Fashion Festival 2020
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
-
Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!
-
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
-
Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel
-
Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak
-
Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat
-
DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce