Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, berbagai sektor kehidupan masyarakat terpukul. Namun sektor yang paling parah terkena dampaknya adalah ekonomi.
Setelah pemerintah memberlakukan berbagai pembatasan, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar, perlahan tapi pasti, masyarakat mulai kehilangan pekerjaannya. Masyarakat pekerja di perkotaan mulai kembali ke kampung halaman, akibat tidak ada lagi proyek yang bisa dikerjakannya di kota.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai merancang program khusus yang akan diberikan kepada masyarakat. Program ini kemudian disebut sebagai Padat Karya Tunai.
“Harapan kami, program ini dapat mengurangi angka pengangguran di tengah pandemi Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedi Rahardian, dalam sebuah wawancara virtual, beberapa waktu lalu.
Menurut Hedi, kegiatan ini dinilai akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di daerah sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.
“Kami akan fokus ke daerah-daerah yang memang kelebihan tenaga kerja, misalnya di daerah Wonogiri. Mereka banyak yang kembali ke kampung, karena tidak mendapatkan pekerjaan di ibukota. Selain itu, kami juga akan memberikan fokus kepada daerah Jabodetabek, karena jumlah pekerja di Jabodetabek juga cukup besar,” tambahnya.
Saat ini, Bina Marga menyediakan sejumlah paket yang tengah berjalan, yaitu paket rutin jalan 482 paket, jembatan ada 332 paket, paket non rutin ada 52 paket. Sebanyak 20 ribu orang ditargetkan menjadi sasaran program, sementara 19 ribu orang akan dipekerjakan dalam sektor jalan tol.
Sejumlah proyek yang akan dikerjakan masyarakat ini akan tetap mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3. Hedi menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini, standardisasi K3 ditambah lagi dengan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat.
“Kami tentunya berusaha untuk selalu tetap menjaga kesehatan, menjaga disiplin, dan menerapkan protokol kesehatan, sehingga bisa melakukan tugas dalam situasi new normal,” ujarnya.
Baca Juga: Ditjen Bina Marga Lakukan Studi Kelayakan Jembatan Batam-Bintan
Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan, pelaksanaan Program Padat Karya Tunai dilakukan dengan ketentuan physical distancing demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan dilakukan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Berita Terkait
-
Setelah Vaksin Covid-19 untuk Manusia, Rusia Kembangkan untuk Hewan
-
Di Tengah Pandemi, Universitas Terbuka Gelar Disporseni secara Daring
-
Warga Wuhan Berpesta di Kolam saat Badai Covid-19 Berlalu
-
Tiga Fakta Terkini Soal Mutasi Virus Corona, Benarkah Lebih Mematikan?
-
Sekolah di Sumbawa Gunakan Handy Talkie untuk Belajar Jarak Jauh
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia