Wanita asal Karang Anyar, Solo ini mengaku telah memulai berjualan pecel sejak 2008. Selepas SMA, Partini memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta pada 2007 silam. Karena sulitnya mendapat pekerjaan, ia mencoba peruntungan berjualan pecel k
eliling dengan keranjang yang digendong dipunggungnya. Ia mencontoh pedagang pecel keliling di kampungnya di Jawa Tengah. Setiap harinya, Partini mulai berjualan pukul 15.00 WIB dan pulang ke rumah pada pukul 19.00 WIB.
Memilih menjual dagangannya secara berkeliling, menurut Partini, lebih efisien dan efektif, karena bisa langsung mendekati konsumen.
“Hidup di Jakarta itu keras, kalau tidak kuat berusaha maka tidak bisa hidup. Kenapa saya tidak sewa tempat, karena kalau sewa harganya mahal, saat itu saya tidak punya modal,” katanya.
Kini ia berharap usahanya semakin berkembang dengan adanya bantuan dari pemerintah. Seperti ke depannya ia dapat membeli gerobak sehingga dapat memuat banyak dagangan.
Pemerintah memberikan Banpres Produktif Rp 2,4 juta sebagai modal usaha bagi 9,1 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bantuan itu disalurkan kepada para penerima melalui transfer rekening oleh sejumlah bank, salah satunya BRI.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan, dana bantuan ini bersumber dari Pemerintah dan Bank hanya sebagai penyalur saja. Dalam mendukung penyaluran Banpres Produktif ini, BRI menyiapkan sistem penyaluran yang akuntabel dan sosialisasi ke penerima yang memenuhi kriteria.
“BRI siapkan sistem dan mengkomunikasikan dengan baik dan benar. Melalui penyaluran Banpres Produktif ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi,” ujar Sunarso.
Baca Juga: BRI Tunjuk Aestika Oryza Gunarto Sebagai Corporate Secretary
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?