Suara.com - Setelah meluncurkan Program Hujan Emas BRIsyariah 2020 pada Mei lalu, BRIsyariah mengumumkan nasabah yang beruntung mendapatkan logam mulia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam laman resmi BRIsyariah, www.brisyariah.co.id.
“Penarikan pemenang secara acak program Hujan Emas BRIsyariah 2020 Nasional dan Hujan Emas BRIsyariah 2020 khusus Provinsi Aceh periode I telah dilakukan. Dalam penarikan pemenang secara acak didapat 193 pemenang,” ujar Kokok Alun Akbar, Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah.
Para pemenang yang beruntung tersebut mendapat logam mulia. Mereka adalah nasabah setia Tabungan Faedah BRIsyariah.
Mereka mendapat poin yang dihitung berdasarkan pembukaan awal rekening, meningkatkan Saldo Rata-Rata Harian (SRH) tabungan, dan transaksi e-channel pembayaran dan pembelian. Poin peningkatan SRH mulai dihitung, apabila SRH bulan bersangkutan pada rekening Tabungan Faedah BRISyariah iB telah mencapai minimal Rp 500.000 dan setiap peningkatan SRH kelipatan Rp 500.000 mendapatkan 5 poin.
“Artinya, makin banyak transaksi yang dilakukan lewat BRIsyariah, maka bertambah pula poin dan peluang memenangkan logam mulia,” jelas Alun.
Bagi nasabah BRIsyariah yang belum beruntung pada periode I, masih dapat mengikuti Program Hujan Emas Nasional BRIsyariah periode II yang dilangsungkan hingga 31 Desember 2020.
“Hujan Emas BRIsyariah 2020 ini, kami adakan agar masyarakat tertarik untuk menabung, khususnya membuka Tabungan Faedah BRIsyariah iB. Beragam manfaat bisa didapatkan dengan menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah iB. Selain kesempatan mengikuti Hujan Emas BRIsyariah 2020, dengan menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah iB nasabah dapat bertransaksi secara aman dan nyaman lewat aplikasi mobile banking BRIS Online. Di tengah pandemi Covid-19, BRIS Online memungkinkan nasabah bertransaksi kapan pun, di mana pun,” lanjut Alun.
Program Hujan Emas BRIsyariah 2020 dinilai efektif meningkatkan jumlah nasabah Tabungan Faedah.
“Sepanjang Mei-Juli 2020 kami melihat ada tren peningkatan jumlah nasabah yang menabung di Tabungan Faedah BRIsyariah sebesar 11 persen. Peningkatan ini kami pandang cukup positif di tengah pandemi covid-19. Untuk terus menarik minat masyarakat membuka Tabungan Faedah, program Hujan Emas BRIsyariah 2020 akan terus kami buka hingga bulan Desember 2020,” tambahnya.
Baca Juga: BRIsyariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Perumahan 2.000 Unit
Di Hujan Emas BRIsyariah 2020 Nasional periode II, BRIsyariah menawarkan hadiah total 340 gram emas untuk 133 pemenang dan grand prize 250 gram emas untuk 1 pemenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026