Suara.com - Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor konstruksi jalan dan jembatan dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya. Di masa pandemi Covid-19 ini, pemanfaatan teknologi dan penerapan protokol kesehatan di lapangan harus berjalan beriringan.
“Pada level kebijakan, ada kemiripan apa yang dilakukan Pemerintah Negara Bagian Victoria dengan yang diterapkan Ditjen Bina Marga, tetapi tantangannya di sini mungkin adalah meningkatkan kepatuhan kita semua terhadap penerapan protokol kesehatan di lapangan pada era normal baru seperti saat ini,” ujar Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian, dalam webinar yang dilakukan PUPR bersama pemerintah Australia, Jakarta, Selasa (22/9/2020).
Pada kesempatan ini, Indonesia dan Australia membahas pengalaman dan strategi mitigasi Covid-19 di sektor jalan raya. Berbagai topik menarik dibahas dalam webinar kedua negara tersebut, diantaranya mengenai dampak Covid-19 terhadap konstruksi dan pemeliharaan jalan, maupun penerapan protokol kesehatan pada konstruksi jalan dan jembatan pada masa adaptasi kebiasaan baru.
Selain Hedy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga ikut dalam acara tersebut.
Pandemi Covid-19 dinilai berdampak besar terhadap seluruh sektor kehidupan manusia, termasuk bidang pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan.
Dalam seminar online yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, berbicara sebagai narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Marga, yaitu Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Miftachul Munir, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Thomas Setiabudi Aden dan Direktur Jalan Bebas Hambatan Budi Harimawan Semihardjo.
Adapun dari Australia, Direktur Delivery Otoritas Infrastruktur Transportasi Utama Negara Bagian Victoria Matthew Gault, Direktur Delivery Proyek Jalan Utama Victoria Tony Carecos dan juga Direktur Pelaksana Metro Tenggara Dinas Perhubungan Victoria, Vince Punaro.
Untuk pekerjaan konstruksi jalan di lapangan misalnya, yang dilakukan otoritas Negara Bagian Victoria, secara umum relatif serupa dengan yang dilakukan Ditjen Bina Marga. Keduanya melakukan, antara lain, penerapan protokol kesehatan di area kerja, pembatasan kontak fisik dan sosial para pekerja, pemeriksaan kesehatan rutin terhadap pekerja dan yang utama pemakaian aplikasi atau teknologi digital sebagai upaya mitigasi.
Hedy juga menyoroti pemanfaatan teknologi ataupun aplikasi digital untuk pengawasan dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di area pekerjaan konstruksi. Dengan teknologi digital, maka para pekerja dapat dipantau terkait kedisplinan dalam menjalan protokol kesehatan, termasuk membantu upaya pelacakan (tracing) terhadap siapa saja yang sempat melakukan kontak jika ada pekerja yang terpapar Virus Corona.
Baca Juga: Kurangi Macet Cikande Rangkasbitung, Bina Marga Bangun Overpass Kemang B
Dengan penerapan kebijakan di lapangan yang ketat, dengan pelibatan teknologi digital, maka di sektor konstruksi transportasi dan jalan di Victoria, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus positif di area kerja. Seluruh pekerjaan konstruksi juga berlangsung dengan baik dan progresnya masih berjalan sesuai perencanaan.
Berita Terkait
-
Menteri Airlangga Dikritik, Bicara Protokol Kesehatan tapi Tak Pakai Masker
-
Seminggu PSBM di Tampan, Sudah 1.160 Warga Terjaring Razia
-
Pelanggar Protokol Kesehatan di Kudus Capai 4 Ribu Orang
-
Terciduk Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Mengancam Mau Menghancurkan Dunia
-
Istana Janji Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu