Suara.com - Untuk mengurangi kemacetan di ruas Cikande Rangkasbitung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah membangun jembatan layang (Overpass) Kemang B di Serang, Banten. Overpass sepanjang 382 meter tersebut berada di atas jalan tol Tangerang-Merak pada Km 71+600.
“Lalu lintas dari kota Serang ke arah Jakarta yang melewati jalan nasional ruas Cikande Rangkasbitung cukup padat. Saat ini, kondisi jembatan di ruas jalan nasional tersebut tidak cukup memadai, sehingga Direktorat Jenderal Bina Marga mengusulkan pembangunan Overpass Kemang B ,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Serang, Rahmat Donal.
Overpass Kemang B tersebut merupakan duplikasi dari jembatan Kemang yang sudah ada sebelumnya. Overpass ini berada di kota Serang, yang menghubungkan pusat kota Serang menuju Jakarta.
Pembangunan overpass yang memiliki lebar 7 meter (2 lajur) tersebut dimulai kontrak pada 24 Januari 2020, dengan nilai kontrak sebesar Rp 46 milliar. Jembatan layang tersebut memiliki total panjang 382 meter, dengan perincian 55 meter panjang overpass dan 327 meter jalan pendekat. Untuk konstruksinya, Overpass Kemang B menggunakan 3 buah steel box girder.
Mengingat sebagian wilayah kerja konstruksi overpass yang berada di atas jalan tol Tangerang-Merak, Donal menyebut, pihaknya sedari awal sudah koordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol dan Dinas perhubungan Kota Serang dan PT Marga Mandalasakti selaku operator jalan tol Tangerang-Merak.
“Alhamdulilah, launching atau pemasangan steel box girder sudah berhasil kami lakukan pada tanggal 19 Agustus malam,” lanjutnya.
Progres konstruksi pekerjaan per 7 September, 68 persen dari semula rencana 65 persen, sehingga masih surplus sekitar 3 persen dari target pembangunan. Pengerjaan Overpass Kemang B sendiri ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Target tersebut mengalami percepatan dari rencana awal penyelesaian konstruksi yang pada Maret 2021.
Baca Juga: Kembangkan KSPN Borobudur, Bina Marga Akan Bangun 2 Jalur Tol
Berita Terkait
-
Tahun Depan, Pemerintah Targetkan Transaksi Nontunai Nirsentuh Jalan Tol
-
Beri Nilai Tambah, Jembatan Gantung PUPR akan Dibangun dengan Lantai Kaca
-
Bina Marga Menilai Perlu Kebijakan yang Berpihak pada Preservasi Anggaran
-
Program Padat Karya Tunai Memulihkan Ekonomi Masyarakat Saat Pandemi
-
Program Padat Karya Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja di Daerah
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara