Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakselerasi penyaluran bantuan tunai pendidikan Program Indonesia Pintar ke rekening siswa penerima, sebagai komitmen perusahaan mendukung Pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia unggul di tengah masa pandemi Covid-19.
Sepanjang Januari hingga September 2020, Bank BRI telah menyalurkan Rp4,73 triliun dana bantuan tunai Program Indonesia Pintar (PIP) kepada sebanyak 10,25 juta siswa penerima, atau persentase pencairan sekitar 78,20 persen.
Adapun pada 2019, Bank BRI sudah menyalurkan sebesar Rp6,92 triliun bantuan tunai PIP dengan total 14,93 juta siswa penerima, atau presentase pencairan sekitar 91,65 persen.
Corporate Secretary Bank BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan pada situasi yang menantang akibat pandemi Covid-19 saat ini, fokus perusahaan diarahkan untuk mendukung penyaluran berbagai program bantuan dan stimulus pemerintah, termasuk bantuan tunai pendidikan PIP.
“Akselerasi penyaluran bantuan tunai pendidikan PIP ini dalam upaya BRI berperan serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Jadi hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kompetensi SDM yang berdaya saing dan unggul. Fokus kami saat ini mempercepat penyaluran dari kementerian ke rekening siswa penerima melalui BRI,” kata Aestika.
Dari total sebesar Rp4,73 triliun, lanjut Aestika, Bank BRI telah menyalurkan dana PIP kepada 6,96 juta siswa SD dan 3,28 juta siswa SMP penerima bantuan.
Untuk mengakselerasi penyaluran dana PIP, Bank BRI menghadirkan host to host (H2H) dashboard BRI dengan Sistem Informasi Kemendikbud RI (SiPintar), guna memonitoring data pencairan secara real time.
H2H tersebut dapat diakses oleh Kemendikbud RI melalui Web Based yang bisa diakses melalui perangkat yang terkoneksi dengan jaringan internet.
Bank BRI sebagai lembaga penyalur, menurut Aestika, telah mengeluarkan instruksi percepatan secara berkala ke Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia, melalui digital office disertai dengan detail tata cara percepatan PIP.
Baca Juga: BRI Kembalikan Sungai Sebagai Penyangga Kehidupan
Tidak hanya itu, Bank BRI juga melakukan follow up ke Unit Kerja yang mengalami kendala dalam proses pencairan BSM/PIP berdasarkan informasi dari Kemdikbud.
Bank BRI juga mengadakan in house training kepada seluruh Asisten Manajer Bisnis Mikro dan Operasional di seluruh Indonesia terkait edukasi pelayanan PIP di Unit Kerja.
“Kami juga aktif sosialisasi ke sekolah-sekolah, khususnya yang belum melakukan pencairan dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota setempat & sekolah-sekolah penerima untuk percepatan pencairan. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para penerima dana PIP di unit kerja BRI di seluruh Indonesia,” tuturnya.
PIP merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM. Program ini berupa bantuan tunai pendidikan kepada anak sekolah usia 6-21 tahun.
PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak lulus SMA/SMK/MA), maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).
Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. Selain itu, PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%