Suara.com - Timofey Smirnov akan mundur sebagai CEO Like App, Like App mengumumkan bahwa CEO barunya adalah Kyryl Kostylov.
Like App mengumumkan Kyryl Kostylov selaku founder Like Tech LLC akan berperan sebagai CEO. Kyryl Kostylov akan terus melapor kepada dewan direksi di kemudian hari.
Dalam wawancara dengan Perusahaan Penyiaran Ukraina setelah pengumuman Like App, mereka yakin bahwa transisi ini akan membawa kepada peningkatan dalam pencapaian.
"Kami tidak sama sekali khawatir tentang membuat kebingungan," kata Timofey Smirnov ditulis Kamis (15/10/2020).
Kyryl Kostylov telah menjadi inti perusahaan sebelum menyerahkan tugas kepada Timofey Smirnov pada awal tahun 2020, dia telah melayani di belakang layar sejak saat itu.
Namun, dia sekarang sekali lagi muncul di publik dan menjalankan perusahaannya dengan otoritas sendiri lagi.
Kyryl Kostylov telah berperan penting dalam menjadikan Like App sebagai pusat kekuatan pemasaran sosial dengan membangun strategi kemitraan dan membuat keputusan penting.
Dia meluncurkan platform Like App, segera menjadikan LikeApp sebagai penyedia layanan pemasaran yang populer.
“Saya berterima kasih atas kontribusi yang dilakukan oleh Timofey Smirnov dalam beberapa bulan ini, dia telah membawa kami ke pasar Indonesia dan meraih kesuksesan besar dalam waktu yang singkat. Mengambil keuntungan dari pengembangan ini, saya akan membawa platform Like App ke pencapaian yang lebih tinggi. Pasar Indonesia adalah langkah pertama kami di Asia, rencana saya adalah untuk menjelajah lebih jauh ke pasar Thailand dan Vietnam untuk memperkenalkan platform luar biasa ini kepada lebih banyak pengguna di wilayah Asia Tenggara,” Kata Kyryl Kostylov selaku CEO baru Like App.
Baca Juga: Aplikasi Belajar Online Jadi Solusi Siswa Lulus SBMPTN Saat Pandemi
Thailand dan Vietnam memimpin transformasi ekonomi digital, keberhasilan Like App di Indonesia akan membantu perusahaan untuk berkembang dengan mudah di pasar ini karena Like App berpotensi memenuhi permintaan yang besar untuk trifik dan konten yang berkualitas.
Peluang ini dapat diperkuat lebih lanjut oleh mitra ekosistem lokal yang bersemangat dan mendukung yang dibentuk melalui kemitraan strategis. Menurut penelitian nilai pasar kombinasi dari 2 pasar ini berpotensi menghasilkan nilai peluang sebesar 30 juta dollar AS bagi perusahaan.
“Meskipun ada rintangan Covid-19, komunitas kami tidak goyah untuk menuntut keterlibatan trafik yang berkualitas, banyak di antaranya harus mendambakan lebih banyak tuntutan karena tinggal di rumah. Didorong oleh tren ini, Like App berkomitmen pada misi kami karena pertumbuhan memungkinkan, untuk menciptakan platform yang dapat diakses bagi semua orang untuk berpartisipasi dan menciptakan nilai bagi publik melalui kekuatan media sosial,” tutup Kyryl Kostylov.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini