Suara.com - Dana yang disalurkan pemerintah bagi masyarakat penerima manfaat diharapkan bisa segera membelanjakan ke warung terdekat. Demikian juga dengan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), diharapkan dapat menimbulkan "multiplier effect" bagi perekonomian masyaraka
"Dengan demikian, bansos diharapkan bisa menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Kalau ini bisa terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, maka bisa mergerakkan ekonomi berskala nasional," kata Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).
Pada kesempatan itu, Juliari juga sempat menyinggung soal pariwisata. Salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi adalah pariwisata, padahal sektor ini menjadi gantungan hidup industri kecil dan sektor rumah tangga.
"Agar Bali normal, butuh waktu lebih lama karena lalu lintas padat. Ini pertanda roda perekonomian di Bali belum sepenuhnya bergerak. Dengan bansos yang diluncurkan, semoga bisa menggerakan perekonomian di Bali," katanya.
Bansos Kemensos untuk Provinsi Bali sudah menyentuh hampir Rp 1 triliun.
Juliari memastikan, pemerintah mengambil langkah serius mendorong pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata. Bansos diyakini menjadi salah satu instrumen untuk menggairahkan perekonomian akibat dampak pandemi.
Keseriusan tersebut, salah satunya ditunjukkan dengan kehadirannya di Pulau Dewata kedua kalinya, Jumat (16/10/2020).
Mensos ditemani Ketua DPR, Puan Maharani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Mereka menyaksikan penyaluran bansos di dua lokasi, yaitu di Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Di sini rombongan menyaksikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Sosial Beras (BSB).
Mereka juga menyaksikan simulasi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako oleh Bank BTN di e-Warong Kube, Kecamatan Denpasar Selatan. Mereka sempat berbincang dengan para penerima manfaat.
Baca Juga: Percepat Penanganan Stunting, Kemensos Bentuk Tim Lintas Kementerian
Adapun jumlah total bansos dari Kemensos untuk Bali mencapai hampir Rp 1 triliun, baik berupa bansos reguler, bansos khusus maupun bansos tambahan.
Jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Bali mencapai 94.300 orang, dengan bantuan Rp 47,150 miliar untuk 9 kabupaten/kota. Jumlah penerima manfaat BPNT/Kartu Sembako sebanyak 174.480 KPM, tersebar di 9 kabupaten/kota.
Hingga Oktober 2020, Bali telah mendapatkan bantuan sebesar Rp 319,452 miliar.
Untuk BST, jumlah penerima manfaatmencapai 189.635 KPM, dengan nilai Rp 568,869 miliar, dan BSB menjangkau 86.566 KPM, sebanyak 3.895.470 kilogram beras.
Berita Terkait
-
Dukung Program Kemensos, Mensos Apresiasi DPR
-
Program Bansos Dinilai Mampu Beri Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat
-
Kemensos Berupaya Cegah Segala Bentuk Aksi Kekerasan di Tengah Masyarakat
-
Kemensos Bagikan 1.536 Paket Sembako Presiden ke 32 Hotel di Jakarta
-
Penjahit dan Tukang Ojek Daring Terima BST di Kota Pahlawan dari Kemensos
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?
-
Purbaya soal Bos BEI-OJK Mundur: Pertanda Baik, Mereka Salah dan Harus Tanggung Jawab
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Rawit Merah Masih Naik Tembus Rp 62.000/kg
-
CIMB Niaga Dorong Masyarakat Kelola Gaji Secara Eifisien
-
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Turun ke Level Rp16.766
-
Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram
-
Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan