Suara.com - Kesadaran akan memiliki kesehatan dan gaya hidup yang lebih baik telah menjadi salah satu tren utama masyarakat Indonesia. Kesadaran ini tentunya berdampak pada industri kebugaran dan olahraga yang terus berkembang sehingga masyarakat mulai memiliki rutinitas serta kebiasaan akan gaya hidup sehat.
Seperti yang sudah diketahui, Pandemi COVID-19 mempengaruhi seluruh industri di tanah air, tak terkecuali industri kebugaran.
Kondisi ini semakin mencekik dunia kebugaran atau olahraga, terlebih dengan adanya kebijakan lockdown atau di Indonesia dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat orang membatasi aktivitasnya di luar ruangan.
Padahal, olahraga sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Aktivitas pun diubah dari offline menjadi online.
Berdasarkan Survei Konsumen Indonesia yang dilakukan oleh McKinsey, aplikasi kebugaran dan olahraga online akan menjadi primadona baru pada saat dan paska COVID-19.
Hal ini menunjukkan bahwa pengguna aplikasi kebugaran akan meningkat dari 35 persen menjadi 69 persen per tahunnya. Hal ini tercermin dari startup olahraga lokal asal Indonesia yang mengalami peningkatan pesat paska COVID-19.
"Tren tersebut mencerminkan pertumbuhan pelanggan aktif DOOgether lebih dari 1000 persen selama 6 bulan terakhir," ujar CEO DOOgether, Fauzan Gani dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).
Dia menegaskan DOOgether membuka kelas-kelas ataupun event olahraga secara online yang bisa dilakukan sesama anggota.
Hal ini dapat membantu masyarakat untuk berolahraga guna meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19. Sebagai startup yang bergerak di industri kebugaran lebih dari empat tahun, DOOgether siap mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan membantu para mitra studio olahraga.
Baca Juga: Jaga Kebugaran, Braif Fatari Tambah Porsi Latihan di Luar Agenda Timnas
Harapannya, DOOgether dapat bantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor kesehatan dan kebugaran.
"DOOgether hadir sebagai solusi atas masalah kesehatan di tengah pandemi COVID-19 siap menjadi teman hidup sehatmu. Sebagai perusahaan lokal yang bergerak di industri kebugaraan, kami juga tentunya akan terus membantu para mitra lokal dalam mengembangkan bisnisnya terutama di masa pasca PSBB COVID-19 sekarang," katanya.
Sementara itu, Nadia Saphira, pemilik studio olahraga lokal Breathe, mengatakan bahwa kehadiran DOOgether sejak tahun 2016 hingga sekarang terus membantu para studio dan trainer dalam mendapatkan pelanggan baru.
Aplikasi ini juga membantu industri dan bisnis olahraga tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19.
"Tentu sangat berat untuk bisnis, tetapi dengan adanya peran DOOgether, studio kita mendapatkan bantuan kelas-kelas online dan juga event-event online. Jadi masyarakat bisa tetap hidup sehat dan imunitas tubuh bisa terjaga," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal