Suara.com - Menurut Huawei Global Industry Vision (GIV) 2025, pada tahun 2025, akan ada 100 miliar koneksi dan 6,2 miliar orang akan memiliki akses ke Internet. Selain itu, 85% aplikasi perusahaan akan berbasis cloud.
Dengan penggunaan cloud di lingkungan perusahaan yang semakin dalam dan transformasi digital yang semakin cepat, industri perbankan perlu terus meningkatkan layanannya dengan menghadirkan infrastruktur jaringan yang semakin efisien untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Terlebih dalam situasi pandemi saat ini dimana industri didorong untuk mempercepat transformasi digital di semua sektor di Indonesia ke level selanjutnya.
Tren ini sendiri menimbulkan banyak tantangan baru bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan jaringan dalam meningkatkan kapasitas, kehandalan dan keamanan jaringan sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat terutama ditengah kondisi pandemi saat ini.
Guna mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth untuk menjamin peningkatan layanan kepada nasabah, Bank disarankan untuk meningkatkan infrastruktur jaringan dengan mengimplementasikan metode yang layak melibatkan peningkatan infrastruktur jaringan secara digital, menuju generasi selanjutnya dengan mengimplementasikan Intelligent IP Network atau jaringan yang berbasis kecerdasan.
PT Anabatic Digital Raya Sub Holding dari PT Anabatic Technologies Tbk bekerja sama dengan Huawei Indonesia menawarkan solusi Infrastruktur Jaringan, yang komprehensif dengan infrastuktur jaringan intelligent IP yang memiliki rangkaian lengkap produk jaringan generasi mendatang dengan kemampuan AI dengan 4 engine, yaitu AirEngine (WiFi generasi ke-6), CloudEngine (jaringan Data Center dan Campus LAN), NetEngine (CloudWAN router), dan HiSecEngine (solusi keamanan jaringan yang mendukung cloud).
Selain itu solusi infrastruktur Jaringan dari Huawei memiliki Super Capacity, Intelligent Experience dan Autonomous Driving yang dapat meningkatkan bandwidth secara lebih fleksibel dan efisien.
Ini membuat pengalaman pengguna yang lebih baik dalam menikmati berbagai layanan (di lingkungan kantor, produksi, maupun area data center) pada satu jaringan fisik.
Kemampuan untuk menyesuaikan bandwidth secara cerdas yang memungkinkan penyesuaian fleksibel dari jaringan ultra-broadband berdasarkan perubahan layanan, dalam memenuhi persyaratan layanan yang lebih baik.
Baca Juga: UKM Orientasi Ekspor Makin Berkibar Berkat Suntikan Pembiayaan Perbankan
“Di tengah situasi Pandemi seperti saat ini, bank-bank harus gesit, inovatif, dan fokus dalam meningkatkan layanan kepada Nasabahnya. Untuk melakukan ini, Bank harus memanfaatkan solusi berkinerja tinggi yang cepat beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan pasar yang terus berubah, PT Anabatic Digital Raya sendiri memiliki banyak pengalaman dalam implementasi Solusi Infrastruktur Jaringan di berbagai Bank BUKU 3 dan 4, sehingga kami percaya bahwa kami dapat memenuhi kebutuhan Bank dalam meningkatkan layanan dan permintaan kepada Nasabanya,” kata Presiden Direktur PT Anabatic Digital Raya, Nugraha Santosa dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).
CEO Huawei Indonesia - Enterprise Business Group, Roger Zhang mengatakan dalam event Indonesia Huawei Connect 2020 bahwa transformasi digital di dalam jaringan hanyalah masalah waktu saja.
Memiliki infrastruktur jaringan yang kuat sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan manfaat di setiap lini bisnis untuk menyambut teknologi disruptive seperti IoT, VR/AR, multi-cloud dan kecerdasan buatan.
"Beberapa dari Bank BUKU 3 dan BUKU 4 di Indonesia telah mempercayakan Huawei sebagai provider teknologi untuk jaringan Data Center maupun jaringan Campus LAN," kata Roger Zhang.
Selain dapat menghemat biaya operasional dengan solusi yang ekonomis, berkualitas dan telah terbukti di industri perbankan dalam dan luar negeri, Solusi Infrastruktur Jaringan dari Huawei ini dapat menjadi jawaban terhadap kebutuhan bandwidth bank yang dinamis serta visibilitas jaringan yang memiliki cakupan lebih besar dan luas yang dapat mengintegrasikan infrstruktur jaringan seluruh kantor cabang disebuah bank, sehingga dapat memainkan peran kunci dalam kesuksesan digital bank pada masa depan terutama dalam melayani kebutuhan nasabah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut