Suara.com - Setelah merampungkan bedah pada 1.500 unit rumah tak layak huni di Kalimantan Utara akhir tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga tengah mengerjakan proyek yang sama terhadap 1.500 rumah tak layak huni lainnya di Kota Tarakan. Proyek ini dilakukan pada tahun 2020, dengan anggaran mencapai Rp 52,5 miliar.
Semua kegiatan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perumahan, dalam hal ini SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Utara, sebagai bagian dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Adapun jenis proyek yang dilakukan adalah Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS), dengan jumlah bantuan sebesar Rp 17,5 juta per penerima bantuan, yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, namun dalam bentuk bahan bangunan yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas rumah menjadi layak huni.
Dana 17,5 Juta tersebut terdiri dari Rp 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.
Bantuan ini dibagi menjadi 2 tahap, alokasi tahap 1 sebanyak 1.500 PB di 46 desa/kelurahan yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Bulungan sebanyak 280 unit, Kabupaten Tana Tidung sebanyak 345 unit, Kabupaten Nunukan sebanyak 245 unit, Kabupaten Malinau sebanyak 330 unit dan Kota Tarakan sebanyak 300 unit.
Begitu pula dengan alokasi tahap 2 yang berjumlah 1.500 PB di 44 desa/kelurahan yang tersebar di 5 kabupaten/kota. BSPS tahap 2 bersumber dari 2 sumber dana, yakni APBN dan NAHP, dimana 500 unit berasal dari dana APBN dan 1000 unit dari NAHP/Bank Dunia.
Sumber dana APBN di alokasikan di 4 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Bulungan sejumlah 150 unit, Malinau sejumlah 100 unit, Tana Tidung sejumlah 100 unit, Kota Tarakan sejumlah 150 unit, sedangkan sumber dana NAHP di alokasikan di 3 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Bulungan sejumlah 205 Unit, Nunukan sejumlah 575 unit, Kota Tarakan sejumlah 220 unit.
Dalam kunjungannya, Direktur Rumah Swadaya, Ir. K.M. Arsyad, M.Sc memberikan arahan kepada pelaksana Program BSPS agar tetap semangat dalam melakukan pendampingan kepada penerima bantuan, walaupun kondisi cuaca di lokasi saat ini kurang mendukung.
"Tim pelaksana program harus tetap menjalankan tugas untuk meningkatkan kinerja BSPS di Kalimantan Utara," ujarnya, Kota Tarakan, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga: PUPR Serahkan 157 Rusun TNI kepada Kemhan Senilai Rp 2,1 Triliun
Pada saat evaluasi kinerja, Kasubdit Wilayah I Direktorat Rumah Swadaya, Ir. Fitrah Nur, M.Si juga menyampaikan kepada pelaksana bantuan, khususnya untuk KORFAS dan TFL agar lebih mengutamakan prinsip utama rumah layak huni, salah satunya struktur bangunan rumah.
Nursal, ST., MT selaku Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II menambahkan, di Kalimantan Utara terdapat beberapa kendala geografis, seperti medan yang sangat sulit dijangkau, terutama jalan menuju lokasi masih tanah, yaitu di wilayah Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan.
Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Utara, Rudi Yunanto, ST., MT juga menyampaikan kendala pada masa pelaksanaan ini ada di bahan bangunan, khususnya material kayu, karena akses jalan yang tidak bersahabat material kayu yang hendak dibawa ke pengolahan material kayu (molding) harus tertunda dikarenakan menunggu kondisi jalan membaik (kering) untuk dilalui.
Tag
Berita Terkait
-
Untuk Pastikan Program BSPS Tercapai, Kalsel Lakukan Rapat Evaluasi
-
2021, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Siap Dukung Arus Mudik Lebaran
-
Pemerintah Alokasikan Rp 52,5 M untuk Rumah Layak Huni di Kalimantan Utara
-
Permudah Mobilitas Warga, PUPR Bangun Jembatan Gantung di Banten
-
Untuk Kuatkan Bangunan, PUPR akan Gunakan Teknologi Lapisan Ferosemen
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban