Suara.com - Sebanyak 5.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Masuk tahap III, fasilitas ini diberikan kepada 1.000 pemilik, yang merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di minggu keempat Oktober 2020, progres pembangunan telah mencapai 78,53 persen.
"Pada tahap ketiga ini, rumah yang mendapat bantuan adalah sebanyak 1.000 rumah, yang berlokasi di beberapa wilayah, yaitu di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 159 unit, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 211 unit, Kabupaten Sleman sebanyak 230 unit, dan Kabupaten Bantul sebanyak 400 unit," kata
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Mochamad Mulya Permana, dalam Rapat Percepatan Pelaksanaan Program BSPS Tahap Ketiga, Senin(2/11/2020)-Selasa (3/11/2020).
Sementara itu, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan DIY, mengatakan, “Terselenggaranya acara tersebut bertujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan pemahaman dan kapasitas tim teknis agar program dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.”
Sementara itu, menurut PPK Perumahan Swadaya, Bastin Yungga A., alokasi dana yang digunakan untuk membangun 1.000 rumah pada tahap ketiga ini sebesar Rp 17,5 miliar. Hingga saat ini, progres kegiatan sudah mulai pada pencairan dana tahap ketiga.
Berita Terkait
-
PUPR Hadirkan Buku Manual Desain Rumah Khusus sebagai Panduan
-
7.000 Rumah Lebih di Sumut Terima Program Bedah Rumah Senilai Rp 126 Miliar
-
Terima Penghargaan, PUPR Dinilai Mampu Memberi Layanan kepada Publik
-
Alokasikan Rp 52,5 M, PUPR Bedah 3.000 Rumah Masyarakat di Kalimantan Utara
-
Untuk Pastikan Program BSPS Tercapai, Kalsel Lakukan Rapat Evaluasi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026