Suara.com - BPJS Kesehatan telah hadir lebih dari lima tahun, dan sejak itu sudah banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Adanya jaminan kesehatan ini tentunya tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, karena mereka pun dapat menjaga kestabilan perekonomian keluarganya.
Adalah Paryanti (48) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dia merasa bersyukur karena pemerintah memperhatikan kesejahteraan masyarakat lewat JKN - KIS.
“Keluarga saya diberikan jaminan kesehatan oleh pemerintah, sehingga kami tidak perlu repot-repot lagi harus membayar iuran setiap bulan,” katanya, saat ditemui tim Jamkesnews saat berjualan di pinggir jalan, Rabu (16/12).
Dia bercerita, pernah memanfaatkan JKN - KIS. Waktu itu, badannya sangat panas, kemudian oleh keluarganya diantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit di Kota Magelang, dan saat itu juga ditangani oleh tim medis.
“Waktu itu sekitar pukul 21.00 WIB. Saya merasakan panas badan dan mual-mual. Tanpa pikir panjang, saat itu juga saya langsung dibawa keluarga untuk periksa di rumah sakit dan langsung ditangani di UGD, dan saat itu disarankan untuk rawat inap,” cerita ibu tiga orang anak ini.
Di rumah sakit, dia dirawat selama tiga hari dua malam. Selama menjalani pemeriksaan dan perawatan, dari masuk sampai pulang, ia tidak menemui hambatan, semua lancar. Bahkan administrasinya juga menurutnya sangat mudah.
“Saat di UGD, sempat ditanya apakah saya punya JKN - KIS atau tidak. Semua petugas rumah sakit langsung melayani seperti biasa, tanpa membedakan dengan pasien umum lainnya,” tambahnya
Ia berharap, ke depan, pemerintah dapat mempertahankan program ini, karena jaminan kesehatan sangat dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berpesan agar masyarakat yang mampu selalu menyetor iurannya secara rutin setiap bulan.
“Harapan saya, meskipun kita sudah memiliki JKN - KIS tetapi harus tetap sehat, disimpan saja kartunya untuk berjaga-jaga,” tutup warga Samirejo, Tempurejo ini.
Baca Juga: Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat
Berita Terkait
-
Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota
-
Jantung Koroner, Ridwan harus Operasi Bypass dan Konsumsi Obat Seumur Hidup
-
Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS
-
Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal
-
e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Harga Emas Antam Nggak Bosan Naik, Hari Ini Tembus Rp 2.665.000/Gram
-
Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo
-
Harga Pangan Nasional Makin Murah Hari Ini, Bawang Merah hingga Beras Medium Ikut Turun
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Kaya yang Punya Harta Rp5 Miliar
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.867
-
IHSG Berhasil Tembus Level 9.000 di Awal Perdagangan Rabu
-
Reset Bisnis 2026: Mengapa "Berlindung" di Balik Kebijakan Pemerintah Jadi Kunci Bertahan Hidup?
-
Merauke Mau Dijadikan Lumbung Pangan, Airlangga Sebut Kuncinya Perluasan Lahan
-
Siasati Overcapacity, Semen Pelat Merah Putar Otak Bidik Angka Pertumbuhan
-
Cegah Penyuapan dan Fraud, OJK Rilis Aturan Baru untuk Pasar Modal Indonesia