Suara.com - Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang sudah dilakukan sejak 17 Agustus 2020, terbukti banyak membawa manfaat untuk keberlangsungan bisnis pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tak hanya itu, penyaluran BPUM yang selama ini dilakukan melalui mitra penyalur, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga diakui cepat dan mudah prosesnya.
Pengakuan ini datang salah satunya dari pemilik usaha kacang mete asal Makassar, Sulawesi Selatan, Lily Nuryah. Perempuan berusia 49 tahun ini menjadi satu dari 11,8 juta lebih pelaku UMKM yang berhak atas BPUM senilai Rp 2,4 juta dari pemerintah.
Lily bercerita, iaa mendapat BPUM pada Agustus 2020, atau beberapa saat setelah penyaluran bantuan tersebut dimulai. Dia mengetahui Program BPUM dari SMS yang dikirimkan BRI kepadanya. Setelah melakukan verifikasi ke kantor BRI, dia yakin bahwa ia mendapat bantuan tersebut.
Awalnya, Lily khawatir proses pencairan BPUM akan memakan waktu dan proses panjang, karena pengumuman bantuan tersebut diterimanya saat dia sedang berada di DKI Jakarta. Akan tetapi, berkat bantuan dan koordinasi cepat yang dilakukan BRI, Lily bisa mendapat haknya dengan cepat setelah SMS penyaluran bantuan diterima.
“Saya urus prosesnya di kantor BRI di Jalan Kramat Raya, mereka membantu koordinasi dengan BRI Makassar dan proses sangat mudah penyaluran BPUM itu. Prosesnya dipermudah banget, saya nggak direpotkan dan hanya perlu membawa dokumen yang diperlukan termasuk legalitas usaha,” ujar Lily.
Ibu dua anak ini mengaku sangat terbantu dengan pencairan BPUM yang cepat dan mudah, karena ia membutuhkan bantuan untuk menambah modal usaha. Sokongan diperlukan Lily, karena pandemi Covid-19 menggerus omzet penjualan kacang mete merek Bunly miliknya.
Penurunan omzet mencapai 20-30 persen, dan turut mengurangi cadangan modal. Padahal Lily masih harus belanja bahan baku untuk produksi kacang mete.
Setelah menerima BPUM, Lily mengaku langsung berbelanja bahan baku untuk usahanya yang sudah berjalan sejak 2017. Alhasil, roda bisnis kacang mete Bunly dapat terjaga meski omzet belum kembali seperti di waktu normal yang bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulan.
“Saya manfaatkan kondisi pandemi ini dengan mulai berjualan online dan mencari pasar lebih luas lagi. Sekarang produk saya sudah ada di beberapa marketplace dan dijual dengan harga per bungkus Rp 45 ribu. Saya juga perbanyak kesempatan reseller. Kesempatan saya membuka peluang reseller baru dimulai sejak 1-2 tahun lalu, berkat bantuan BRI juga karena keikutsertaan saya di Rumah BUMN BRI Makassar.
Baca Juga: Dukung Industri Oil & Gas, BRI Kerja Sama dengan Pertamina Lubricants
Hingga akhir 2020, BRI sudah menyalurkan Rp 18,5 triliun dana BPUM kepada 7,7 juta penerima di berbagai daerah. Penyaluran BPUM akan dilanjutkan BRI hingga akhir Januari, sesuai ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Koperasi dan UKM.
“BRI akan terus menyalurkan BPUM atau BLT UMKM kepada para penerima hingga 31 Januari 2021. Penyaluran BPUM yang selama ini dilakukan BRI telah mengandalkan teknologi dan telah mengimplementasikan protokol kesehatan, sehingga menjamin keamanan serta kenyamanan penerima,” ujar Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari.
Selain itu, BRI menghimbau agar sebelumnya masyarakat bisa mengetahui hak mereka atas BPUM melalui laman https://eform.bri.co.id/bpum yang disediakan BRI. Apabila nama mereka terdaftar sebagai penerima manfaat, maka masyarakat bisa menghubungi Kantor Cabang BRI terdekat untuk penjadwalan pencairan BPUM.
Setelahnya, penerima tinggal datang ke lokasi pada waktu ditentukan dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan.
Tag
Berita Terkait
-
Mau Dapat Untung dari Bisnis UMKM? Simak Webinar Ini
-
RUPSLB BRI 2021: BRI Perkuat Komitmen kepada UMKM
-
Agar Tidak Bangkrut, Ini Tips Pertahankan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
-
Kiat Sukses Raup Untung dari Bisnis UMKM, Simak di Sini
-
BRI Jadi BUMN Pertama dengan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 600 Triliun
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF