Suara.com - CEO dan founder Klinik Pintar IDI Harya Bimo mendukung wacana Pemerintah Indonesia mengadakan opsi vaksinasi Covid-19 secara gotong royong yang akan diselenggarakan melalui perusahaan-perusahaan swasta di dalam negeri.
Menurut Harya Bimo, opsi ini akan membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai target pelaksanaan vaksinasi dalam kurun waktu secepat-cepatnya.
Vaksin gotong royong merupakan program vaksin khusus pekerja yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab perusahaan. Kelompok pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan vaksin mandiri kepada pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi di kalangan industri.
"Kita mendukung upaya vaksinasi secara gotong royong, Karena ini akan mempercepat proses herd immunity di dalam negeri. Bila mau diselesaikan secara cepat, maka dibutuhkan vaksin setidaknya satu juta per hari dan itu akan sangat berat jika dilaksanakan oleh Pemerintah saja. Peran swasta sangat diperlukan," kata Harya Bimo dalam keterangannya, ditulis Selasa (23/2/2021).
Harya Bimo berpendapat, izin pembelian vaksin Covid-19 oleh perusahaan swasta akan mengurangi beban anggaran Pemerintah dalam hal ini APBN. Sebagian masyarakat yang menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan tersebut pun tetap tidak perlu mengeluarkan biaya vaksin karena biaya vaksinasi akan dibebankan ke perusahaan-perusahaan swasta dalam negeri.
"Dengan demikian, diharapkan apabila hal tersebut dapat dilakukan secepatnya, maka perusahaan-perusahaan swasta tersebut akan bisa kembali bekerja secara normal dan dapat membantu Pemerintah Indonesia untuk memulihkan perekonomian nasional," tutur Harya Bimo.
Lebih lanjut Harya Bimo juga menjelaskan, dirinya belum bisa memastikan berapa harga pasti dari vaksin yang akan digunakan dalam program vaksin gotong royong ini. Harya Bimo berpendapat, harga vaksin ini akan berbeda-berbeda karena akan ditentukan oleh berbagai macam faktor.
“Saya memperkirakan, jika vaksin yang dipilih adalah Moderna, Sputnik dan Sinopharm, harga vaksin gotong royong akan berada di kisaran Rp 500.000 – Rp 1.000.000. Harga ini kemungkinan juga bisa berubah-ubah akibat banyak faktor yang mempengaruhinya seperti, bahan baku yg berbeda dalam pembuatan vaksin, efikasi dari setiap vaksin, biaya logistik untuk distribusi serta faktor teknologi penyimpanan vaksin tersebut,” tutup Harya Bimo.
Baca Juga: Warga Berkerumun Saat Vaksinasi, Satgas Covid-19: Mohon Kerja Samanya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
-
Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
-
Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa