Suara.com - Direktur Utama BRI Sunarso mengungkap rahasia dibalik kinerja BRI agar terus mencatat kinerja yang positif dan mempertahankan pelayanan maksimal bagi masyarakat serta pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, ada dua fokus yakni terkait sumber daya manusia (SDM) perusahaan dan nasabah UMKM.
BRI menempatkan aspek SDM sebagai fokus perhatian pertama (People First) selama pandemi, karena menyadari bahwa krisis dan kesulitan yang terjadi saat ini bersumber dari masalah kesehatan. Tanpa penyelamatan dan perawatan SDM (pekerja BRI atau insan BRILian), kinerja perusahaan tak akan membaik terlepas dari apapun program dan produk yang dimiliki.
Dalam upayanya mengedepankan keselamatan dan keamanan para insan BRILian selama pandemi, BRI memastikan seluruh operasional perusahaan selama pandemi dilakukan sesuai protokol kesehatan ketat.
Para karyawan dipastikan harus selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker apabila bekerja dari kantor. Jumlah insan BRILian yang wajib bekerja dari kantor juga disesuaikan seperti aturan yang berlaku di tiap daerah.
“Kerja di kantor menjadi ada giliran, ada WFH. Kemudian operasional tadinya kita tersentralisasi, menjadi split operation. Sudah barang tentu secara operasional ini berdampak pada operational cost naik, nggak apa-apa. Wong namanya juga lagi krisis, dan kita memang sedang melakukan penyelamatan manusianya dulu,” ujar Sunarso.
Kedua, BRI berupaya maksimal menyelamatkan pelaku UMKM dari dampak negatif pandemi. Perhatian besar diberikan perusahaan kepada pelaku UMKM karena mayoritas nasabah BRI berasal dari segmen ini.
Berdasarkan data per akhir 2020, portofolio kredit UMKM BRI telah mencapai 82,13 persen dari total pembiayaan yang disalurkan perusahaan. Upaya penyelamatan UMKM yang dilakukan BRI dan pemerintah di saat bersamaan terbukti positif, dan dapat dilihat dari penyaluran kredit mikro BRI yang tumbuh double digit atau mencapai 14,18 persen year on year dan pada saat yang sama, penyaluran kredit kecil dan menengah BRI tumbuh 3,88 persen.
Angka ini jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di kisaran minus 1 hingga 2%.
Menurut Sunarso, UMKM wajib menjadi fokus penyelamatan karena segmen ini merupakan penopang utama perekonomian nasional. Salah satu langkah yang sudah dilakukan BRI untuk menolong pelaku UMKM di saat pandemi adalah memberikan restrukturisasi pembiayaan terhadap mereka.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Desa, BRI Targetkan 1.000 Desa Jadi Desa BRILIAN
“Puncaknya itu di September, jumlah kredit yang kami restrukturisasi saat itu mencapai Rp197 triliun. Kemudian akhirnya akumulasi itu sudah menurun, akhir 2020 sudah menjadi Rp186 triliun. Artinya, beberapa triliun (pinjaman) yang kami restrukturisasi itu sukses, berhasil, dan itu menyangkut sampai 2,9 juta nasabah di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pilihan BRI untuk fokus menyelamatkan SDM (Insan BRILian) dan UMKM terbukti berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Buktinya, sepanjang 2020 total aset yang dimiliki BRI Group mampu tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp1.511,3 triliun.
Nilai tersebut menjadikan BRI sebagai satu-satunya BUMN dan bank milik negara yang asetnya tembus 1.500 triliun atau terbesar di Indonesia.
Berita Terkait
-
Dorong Ekonomi Desa, BRI Targetkan 1.000 Desa Jadi Desa BRILIAN
-
BRI Apresiasi Penangkapan Sindikat Pembobol ATM di Klaten
-
Salurkan Bantuan Stimulus Pemerintah, Mantri BRI Gerakkan Ekonomi Daerah 3T
-
Resilience, Bisnis Internasional Milik BRI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi
-
Berikan Imbal Hasil 5.47%, Sukuk Ritel SR014 Dapat Dibeli lewat BRI
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun