Suara.com - Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Resiko Asset Bubbels 3 Sampai 5 Tahun Kedepan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh anak buahnya tetap waspada dalam menghadapi dan mengelola beragam tantangan akibat adanya pandemi Covid-19.
Menurutnya, dalam laporan terbaru World Economic Forum (WEF) yang tertuang dalam The Global Risk Report 2021, lembaga ini menyebutkan bakal adanya berbagai risiko yang akan muncul yang disebabkan oleh pandemi. Salah satunya adalah risiko munculnya asset bubbels atau penggelembungan aset.
"Di dalam buku The Global Risk Report 2021 yang diterbitkan oleh World Economic forum kita juga melihat dan membaca beberapa risiko yang dihadapi dunia dalam jangka pendek, menengah dan panjang dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan," kata Sri Mulyani di kutip dari akun YouTube Kementerian Keuangan, Minggu (14/3/2021).
Risiko ini muncul kata dia dikarenakan akibat adanya kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh seluruh negara di dalam mengatasi krisis akibat pandemi Covid-19.
Risiko-risiko itu seperti terjadinya asset bubbles (gelembung aset), price instability (ketidakstabilan harga), commodities shock (kejutan komoditas), dead crisis (krisis kematian imbas pandemi), serta risiko geopolitik.
"Ini adalah sebagian merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diambil untuk menghadapi pandemi," katanya.
Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh anak buahnya untuk mengencangkan ikat pinggang untuk tetap mewaspadai segala risiko yang akan muncul tersebut.
"Setiap langkah kebijakan tidak hanya memberikan manfaat tapi ada konsekuensinya demikian pula dengan kebijakan yang kita ambil di sisi APBN atau fiskal," katanya.
Baca Juga: Riza: Kalau Ada Aparat Potong Bansos Tunai Bakal Diberi Sanksi Berat
Tak hanya itu, laporan itu juga mengingatkan risiko pada kurun waktu 5-10 tahun, dimana The Global Risk Report 2021 mengidentifikasikan bahwa krisis yang akan dihadapi ke depannya bisa seperti perubahan iklim, akibat perubahan iklim, dan juga perlunya mewaspadai akan kemunculan digital power concentration, digital inequality, dan cyber security failure.
"Inilah yang merupakan tantangan yang harus terus dilihat dan diwaspadai serta Kemudian direspons oleh jajaran pimpinan Kementerian Keuangan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ada Nama Sri Mulyani di Dokumen Jeffrey Epstein Files, Ternyata Ini Isinya!
-
Nama Jokowi dan Sri Mulyani Muncul di Epstein Files, Ternyata Begini Konteksnya
-
Mengenal Gates Foundation, Yayasan Milik Bill Gates yang Gandeng Sri Mulyani
-
Tugas Sri Mulyani Usai Dapat Jabatan dari Bill Gates
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Bursa Kripto Global Ini Catatkan Kepemilikan Aset Rp486 Triliun
-
RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia
-
Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026