Suara.com - Pemenuhan hak bagi karyawan menjadi hal penting yang harus dijamin keberadaannya oleh tiap perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen terus memerhatikan dan memenuhi segala hak dan fasilitas karyawan.
Perhatian besar BRI terhadap kesejahteraan karyawan terbukti dari adanya Employee Stock Allocation (ESA), yang merupakan program pemberian sejumlah saham perusahaan kepada karyawan (insan BRILiaN) sesuai syarat yang sudah ditetapkan.
“Melalui program ini, seluruh pekerja yang memenuhi syarat memiliki hak untuk memiliki sejumlah saham perusahaan. Kepemilikan saham oleh karyawan secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan rasa memiliki insan BRILiaN atas perusahaan ini. Hal ini juga otomatis menambah semangat karyawan agar terus bekerja secara maksimal,” ujar Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto.
Ada sejumlah tujuan diadakannya program ESA oleh BRI. Pertama, pemberian saham kepada karyawan bertujuan meningkatkan keterikatan (engangement) karyawan dengan perusahaan. Kedua, hal ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus sebagai rewards bagi karyawan.
Ketiga, program ESA menumbuhkan sense of ownership terhadap BRI. Keempat dengan adanya ESA akan menambah investor ritel mengingat saat ini terdapat lebih dari 125 ribu karyawan BRI.
Dalam implementasinya, program ESA dibagi dalam 4 tahapan berbeda. Tahap MESOP/ESA 1 sudah dilakukan pada 2019 lalu. Sedangkan ESA 2 sudah dilaksanakan pada Januari 2021 dan saat ini tahap ESA 3 dan ESA 4 tengah berlangsung.
Para insan BRILiaN yang menjadi peserta ESA dipastikan mendapat banyak keuntungan, baik capital gain maupun dividen yang didapatkan dari saham BRI yg berkode BBRI. Sebagai catatan, saat ini saham BBRI di Bursa Efek Indonesia merupakan kategori saham bluechip dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di bursa. Nilai kapitalisasi pasar BBRI saat ini berada sekitar level Rp 540 triliun dan pernah menyentuh level tertinggi pada Januari lalu di level Rp 590 triliun.
Kinerja saham BBRI ke depannya diproyeksikan masih dalam skala positif. BRI menargetkan agar pada 2025 mendatang market capitalization (market cap) saham perusahaan bisa mencapai Rp1000 triliun. Apabila terwujud, market cap tersebut akan mewujudkan visi BRI sebagai The Most Valuable Banking Group in South East Asia.
“Kami optimis target besar tersebut bisa tercapai melalui kerja keras seluruh insan BRILiaN sesuai dengan tekad perusahaan dalam Memberi Makna Indonesia lewat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital. Melalui program ESA, semangat kami untuk terus bekerja dengan baik dan optimal dalam melayani masyarakat akan semakin tumbuh,” tandas Aestika.
Baca Juga: Rekrut Talenta Berbakat, Ini Dua Program Andalan BRI untuk Millenial
Berita Terkait
-
Rekrut Talenta Berbakat, Ini Dua Program Andalan BRI untuk Millenial
-
Dorong Pemulihan Ekonomi Desa, BRI Umumkan 10 Pemenang Desa BRILiaN Tahap 1
-
Dukung Pemberdayaan UMKM, BRI Sosialisasi PP No. 7/2021 pada Nasabah
-
Ketimbang Holding Ultra Mikro, BRI Lebih Baik Caplok Bank Komersial
-
Kinerja Positif, BRI Raih 5 Penghargaan di Anugerah BUMN 2021
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM