Suara.com - Harga emas dunia bangkit dari level terendahnya setelah data menunjukan kenaikan tajam dalam inflasi Amerika, sehingga mendukung daya tarik logam kuning itu.
Mengutip CNBC, Rabu (14/4/2021) harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi 1.745,94 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya jatuh ke 1.722,67 dolar AS per ounce, tingkat terendah sejak 5 April.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,9 persen menjadi 1.747,6 dolar AS per ounce.
Indeks harga konsumen Amerika meningkat paling tinggi dalam lebih dari delapan setengah tahun pada Maret, memicu apa yang diperkirakan sebagian besar ekonom akan menjadi periode singkat inflasi yang lebih tinggi.
Dolar AS tergelincir ke posisi terendah tiga pekan setelah data tersebut, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun juga menurun.
Selain itu kekhawatiran yang diangkat oleh keputusan pejabat kesehatan Amerika untuk merekomendasikan jeda dalam penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, juga membuat sentimen positif bagi emas.
"Saat ini, kita perlu melihat penembusan yang menentukan di atas 1.765 dolar AS untuk memicu gelombang pembelian hingga 1.800 dolar AS," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.
Di antara logam mulia lainnya, perak melambung 2 persen menjadi 25,34 dolar AS per ounce. Paladium naik 0,7 persen menjadi 2.695,58 dolar AS per ounce setelah melesat ke level tertinggi sejak 18 Maret di 2.710 dolar AS per ounce.
Seeangkan platinum turun 0,9 persen menjadi 1.158,98 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya merosot ke harga terendah dalam dua minggu di 1.151,86 dolar AS per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun di Hari Pertama Puasa Ramadhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara