Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR akan membangun satu tower rusun untuk para santri yang sedang menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat di Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provnsi Sulawesi Utara (Sulut). Nantinya, para santri bisa tinggal di hunian vertikal tersebut.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, satu tower rumah susun dengan tipe barak itu senilai Rp2,79 miliar itu nantinya akan difasilitasi dengan fasilitas yang lengkap
"Kami harap para santri yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren bisa belajar tinggal di hunian vertikal. Fasilitas yang disediakan Kementerian PUPR di Rusun Pondok Pesantren kini juga sangat baik sehingga para santri nyaman tinggal di Rusun tersebut," ujar Abdul Hamid di Jakarta, Senin (24/5/2021).
Menurut Khalawi, pembangunan Rusun juga diperuntukkan bagi para milenial seperti para santri agar bisa lebih bersemangat dalam menuntut ilmu agama. Selain itu, pemerintah juga tidak hanya membangun Rusun untuk para santri di Ponpes, tapi juga diseminari-seminari, sehingga hasil pembangunam dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan.
"Keterbatasan lahan untuk perumahan semakin nyata dan Rusun merupakan salah satu solusi agar pemanfaatan lahan yang ada bisa optimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Hujurat mengatakan, pembangunan Rusun Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo dilaksanakan secara Single Years Contract (SYC) tahun 2021 dengan masa waktu selama 240 hari kerja. Lokasinya berada di Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
"Kami berharap melalui pembangunan Rusun ini secara tidak langsung bisa ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Total biaya pembangunan adalah Rp 2,79 Miliar. Rusun ini merupakan salah satu wujud dukungan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk para santri untuk agar menjadi generasi muda bangsa Indonesia yang berkualitas," harapnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, spesifikasi bangunan Rusun Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat terdiri dari satu tower setinggi dua lantai. Hunian yang ada nantinya berupa empat ruangan tipe barak dan dapat menampung sekitar 80 santri.
"Kami juga akan melengkapi setiap hunian dengan meubelair berupa tempat tidur susun dan almari berukuran sedang dua pintu atas bawah. Para santri tinggal membawa pakaian dan belajar agama dengan semangat," tandasnya.
Baca Juga: PUPR Tengah Jajaki Pembangungan Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pembangunan Rusun, pihaknya juga telah melaksanakan Ground Breaking Ceremony atau seremoni peletakan batu pertama bersama dengan anggota DPR RI Komisi V, Hi. Herson Mayulu, dan perwakilan Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII beberapa waktu lalu.
Anggota DPR RI Komisi V, Herson Mayulu mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan program bantuan Rusun ini. Dirinya juga berharap Kementerian PUPR dalam proses pelaksanaan pembangunan Rusun ini bisa memakai tenaga kerja lokal atau masyarakat sekitar karena di masa pandemi ini banyak masyarakat terdampak dan membutuhkan lapangan pekerjaan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR karena rencana pembangunan Rusun ini akhirnya terlaksana dengan baik. Saya juga berharap kepada pihak pelaksana atau kontraktor bisa membantu melibatkan masyarakat sekitar menjadi tenaga kerja dalam proses pembangunan Rusun," tutupnya.
Berita Terkait
-
Ditargetkan Rampung Oktober 2021, PUPR Bangun Rusun untuk TNI AD Gorontalo
-
Tinjau Huntap untuk Korban Bencana di Sulteng, Ini Harapan Doni Monardo
-
Basuki Hadimuljono : Program Padat Karya Penting untuk Kurangi Pengangguran
-
Ada 44 Unit, Rusun ASN di Tanjung Selor Siap Dihuni
-
PUPR Siapkan Rusus bagi Nelayan yang Rumahnya Terkena Abrasi Pantai
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058
-
Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG
-
Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya
-
Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul
-
Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?
-
BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya
-
IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
-
Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis
-
IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan