Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pemerintah mengoptimalkan sumber energi dalam negeri melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
Hal ini dikatakan Moeldoko saat membuka Webinar International Institute for Sustainable Development dengan tema The Importance of Energy Subsidy Reform for the Economy and Sosial Welfare dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Kamis (17/6/2021).
"Ini sebuah terobosan yang sesuai amanah konstitusi, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam," ujar Moeldoko.
Kata Moeldoko, hingga 2020, pemerintah mencatat telah menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga sebesar 696.011 sambungan rumah (SR).
Jumlah tersebut diharapkan bisa meningkat hingga 4 juta SR pada 2024 mendatang.
Menurut Moeldoko, pemenuhan kebutuhan gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga menjadi efisien dan lebih aman, serta menjadi kesempatan yang sangat baik untuk investasi.
Sementara proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ditargetkan bisa memproduksi 1,4 juta ton DME pada 2025. Proyek ini pun, kata Moeldoko, sudah dibicarkan beberapa kali dalam sidang kabinet.
Tak hanya itu, Moeldoko menuturkan beragam terobosan itu juga sejalan dengan upaya untuk memenuhi permintaan di tengah penurunan produksi minyak dan gas (migas) dan menekan impor.
Apalagi, Indonesia tercatat sebagai net importir minyak bumi sejak 2004.
Baca Juga: Kepala Staf Kepresiden Moeldoko akan Kawal Pemulihan Bali
"Artinya, selama ini peningkatan konsumsi domestik masih dipenuhi melalui impor. Maka, pengotimalan sumber energi domestik jadi salah satu cara untuk substitusi impor," ucap Moeldoko yang didampingi Tenaga Ahli Utama Bidang Energi Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP) Yusuf Didi Setiarto.
Di sisi lain, lanjut Moeldoko, pemerintah terus berupaya memenuhi subsidi energi agar tepat sasaran. Salah satunya melalui pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Hingga saat ini, Moeldoko mengungkapkan, Menteri Sosial telah bekerja keras memperbaiki DTKS melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.
"Presiden pun sudah memberi arahan agar pemutakhiran DTKS dilakukan secara regular dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar penyaluran subsidi bisa tepat sasaran," ucap dia.
Poin lainnya, Moeldoko memastikan, transformasi subsidi berlangsung dengan memperhatikan berbagai pertimbangan.
Mulai dari keberlanjutan pembangunan, kapasitas pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan, transformasi subsidi itu menjadi bagian dari formula extraordinary di tengah pandemi Covid-19 yang mengubah banyak hal.
"Sehingga perlu cara-cara baru yang efektif dan efisien. Cara-cara lama harus ditinjau kembali," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kepala Staf Kepresiden Moeldoko akan Kawal Pemulihan Bali
-
HKTI Distribusikan 5000 Dosis Ivermectin ke Jawa Tengah
-
Moeldoko Minta Sejumlah Pihak Lakukan Riset untuk Tekan Angka Kematian Ibu
-
Ivermectin, Obat Covid-19 yang Dipelopori Moeldoko Mulai Disebarkan di Kudus
-
Kadin Protes Kebijakan Harga Gas 6 Dolar AS per MMBTU Tak Optimal
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM