Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, industri logistik menjadi salah satu sektor bisnis yang keberadaannya semakin vital bagi masyarakat.
Hal ini tidak terlepas dari pembatasan fisik dan sosial yang kian diketatkan demi memutus penyebaran virus Corona.
Aktivitas masyarakat yang terbatas, otomatis membuat layanan logistik kian diandalkan untuk melakukan pengantaran produk-produk yang dibutuhkan sehari-hari.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Fox Logger sebagai perusahaan penyedia tracking system (GPS) berbasis IoT (Internet of Things) terbesar di Indonesia berupaya terus meningkatkan kualitas layanannya bagi pelaku industri logistik.
Kualitas layanan yang diberikan ini tidak saja dalam proses pembelian dan pemasangan, tapi juga penanganan keluhan seandainya terjadi persoalan di lapangan.
“Sebab kami menyadari para pelaku logistik membutuhkan produk yang andal agar bisa beroperasi dengan baik. Salah satunya, tentunya produk tracking system yang memenuhi tiga unsur, yakni cost efficient, reliable, dan secure. Pemenuhan unsur ini, selain membuat perusahaan logistik bisa menjalankan perannya bagi pelanggannya, juga akan membuat biaya operasional mereka turut tetap terkendali sehingga bisnis tetap tumbuh di masa pandemi ini,” ujar CEO Fox Logger, Alamsyah Cheung dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).
“Di era seperti saat ini, tracker system yang andal memang tak ubahnya jantung bagi bisnis logistik. Jadi bisa dikatakan kebutuhan pokok kami,” kata Joshua Marzully, CEO Marzully Trucking, salah satu perusahaan trucking terbesar di DKI Jakarta
Hal ini juga diamini Johan, Direktur Operasional Rimau Group, perusahaan perdagangan batubara.
“Sangat penting bagi kami untuk memantau memantau pergerakkan unit kendaraan agar sesuai jadwal dan tugasnya. Tracker system yang berfungsi baik, akan membantu cost efficiency perusahaan. Ini hal yang penting, terutama di masa seperti sekarang,” katanya.
Baca Juga: Asosiasi Klub Logindo Gelar Vaksinasi Gratis untuk 10.000 Pelaku Logistik
Kedua perusahaan ini telah menjadi pengguna setia Fox Logger. Marzully Trucking yang telah memanfaatkan Fox Logger sejak 2015, sudah memasang GPS tracker ini di hampir seluruh armadanya yang berkekuatan 400 unit. Adapun Rimau Group memasang GPS Fox Loggger pada 521 unit kendaraannya sejak 2019.
“Kami memilih Fox Logger terutama karena harga yang terjangkau dan servis yang memuaskan. Kami mudah melacak posisi barang, termasuk jika terjadi penyimpangan jalur saat pengiriman. Tim teknis Fox Logger juga tersebar di banyak kota sehingga mudah dihubungi dan diminta dukungan teknisnya,” ungkap Joshua.
“Harga Fox Logger memang paling reasonable. Customer service-nya cepat tanggap. Begitu pun tenaga marketing-nya juga sangat membantu,” timpal Johan saat bicara tentang keunggulan yang diberikan Fox Logger.
Dukungan Fox Logger bagi para pelaku industri logistik nasional, ujar Alamsyah, ke depannya akan semakin ditingkatkan dengan aneka inovasi. Begitu pula untuk sektor lain yang membutuhkan layanan GPS tracker.
“Intinya, kami ingin mendukung siapa pun yang memerlukan produk tracking system yang cost efficient, reliable, dan secure,” katanya.
“Khusus untuk dunia usaha tambang, Fox Logger membantu menjaga akurasi jumlah ritase hariannya sesuai dengan yang ada di lapangan, karena selama ini permasalahan ritase rentan dilakukan mark up,” tambah Alam.
Sebagai perusahaan GPS tracker berbasiskan IoT yang terpercaya dan terbesar di Indonesia, produk Fox Logger sendiri memang terus dikembangkan dengan bertumpu pada inovasi serta kualitas layanan yang sudah berjalan baik selama lebih dari lima tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja