"Tujuannya adalah tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi; tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi; terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi; dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi," papar Dedi.
Dia berharap pelatihan ini menghasilkan alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu menunjukan kemampuan untuk membentuk kepemimpinan strategis dalam rangka menghadapi dinamika lingkungan organisasi dan mendorong perubahan organisasi yang berdampak bagi organisasi sesuai dengan tanggung jawab instansinya.
Sedangkan Kepala Lembaga Administrasi Negara yang diwakili oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara, Basseng bersyukur atas kerja sama ini. Menurutnya, Kementan memiliki kontribusi besar terhadap penyiapan SDM aparatur khususnya JPT Pratama.
"Pelatihan ini merupakan program nasional. Kami apresiasi yang setinggi-setingginya, kerja sama dapat kita tingkatkan di masa yang akan datang," harapnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan instansi peserta yang telah mempercayakan pegawainya untuk dididik atau dilatih dalam hal kepemimpinan kepada BPPSDMP.
"Tentu kepercayaan saudara memiliki dasar. Seperti kita ketahui bahwa BPPSDMP telah memiliki pengalaman panjang dalam pelatihan kepemimpinan. Kami akan mengawal penyelenggaraan ini, memperhatikan kualitasnya sehingga tujuan dapat tercapai," ujarnya.
Di era pandemi, Basseng melanjutkan, penyelenggaraan kegiatan pemerintah menghadapi kendala yang tak mudah. Namun berkat komitmen tinggi, pelatihan ini dapat dilaksanakan walaupun di era pandemi.
"Revolusi industri 4.0 yang ditandai internet of things dapat mempercepat pelaksanaan kegiatan pemerintah. Dalam situasi tuntutan untuk melakukan dengan cepat tersebut, kita dihadapkan pada kondisi Covid-19. Pelatihan ini akan melatih saudara mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Pertama pemimpin mengelola diri sendiri. Kedua, bagaimana melaksanakan dan mengelola tugas," tutur Basseng.
PKN Tingkat II Angkatan XVIII ini dimulai pada 6 Juli hingga 4 November 2021, diikuti 60 orang peserta. Di antaranya dari Kementan sebanyak 42 orang, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi 1 orang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 1 orang, Kementerian Perindustrian 2 orang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 1 orang, Polri 6 orang dan perwakilan dari beberapa pemerintah daerah tingkat kabupaten sebanyak 7 orang.
Baca Juga: Mentan: Sektor Pertanian merupakan Pilar Utama Kekuatan Bangsa
Berita Terkait
-
Lewat Alsintan, Kementan Ajak Generasi Muda Unhas Terjun ke Sektor Pertanian
-
SYL Ajak PNS hingga Menteri Konsumsi Beras Premium Berkualitas Produksi Bulog
-
Mentan Serahkan Bantuan Pertanian pada Unhas Senilai Rp10,1 Miliar
-
Jika Hadapi Gagal Panen, Mentan: Asuransi Usaha Tani Padi Jadi Upaya Proteksi
-
Mentan: Lewati 4.0, Pertanian akan Tetap Jadi Sektor Penting di Era 5.0
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama